1 September, Ayo Lari Halang Rintang di Pangkalan TNI AU Jogja

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelari beradu cepat di final Lari 3000 Meter Halang Rintang Putra, Kejurnas Atletik di Stadion Rawamangun, Jakarta, 22 Agustus 2014. Pelari Jawa Timur, Purwanto Acong Tio, meraih peringkat satu di final Lari 3000 Meter Halang Rintang Putra dengan waktu 2.11.05. ANTARA/Ismar Patrizki

    Pelari beradu cepat di final Lari 3000 Meter Halang Rintang Putra, Kejurnas Atletik di Stadion Rawamangun, Jakarta, 22 Agustus 2014. Pelari Jawa Timur, Purwanto Acong Tio, meraih peringkat satu di final Lari 3000 Meter Halang Rintang Putra dengan waktu 2.11.05. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Akhir pekan ayo berkunjung ke Jogja. Kota itu menggelar lomba obstacle run atau lari halang-rintang pada 1 September 2019. Lokasinya terbilang unik: kawasan Pangkalan Udara (Lanud) TNI Angkatan Udara Adisutjipto Yogyakarta.

    Lomba lari bertajuk Adisutjipto Urban Obstacle Run (AUOR) 2019 merupakan lomba lari dengan beberapa variasi kegiatan lomba. Halangan dan rintangan yang ditempuh oleh peserta ada sekitar 26 buah.

    Obstacle atau rintangan dalam lomba lari ini antara lain chinese grave, elephant cage, dive under, tarzan time, log barricade, triple ditch, balance beam dan barbed wire.

    “Kegiatan AUOR mengambil tema Go Green yaitu event dengan konsep ramah lingkungan serta diwarnai dengan penampilan Jupiter Aerobatic Team Show dan juga penampilan drumband Taruna AAU,  Gita Dirgantara,” kata Wakil Ketua Panitia Lomba Mayor Pnb Susilo Bekti. 

    Sembari berlari, baik peserta maupun pengunjung bisa menyaksikan banyak atraksi dari TNI Angkatan Udara (AU). Mereka menampilkan sejumlah pesawat tempur canggih T50i, F16, dan pesawat Hercules.

    Selain itu, bakal tampil juga pertunjukan aerobatik spektakuler dari Jupiter Aerobatic Team dan Grob G-120 TP-A, “Juga terjun payung oleh pasukan elit Paskhas TNI AU yang  luar biasa,” kata Susilo Bekti, Jumat, 30 Agustus 2019.

    Demo udara fly past dan static show pesawat-pesawat tempur TNI-AU, F-16 Fighting Falcon, T-50 Golden Eagle tentu bakal jadi daya tarik bagi masyarakat. Acara ini juga dimeriahkan oleh drum band Taruna Akademi Angkatan Udara, automotive show, food bazaar. Masyarakat juga bisa mengunjungi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

    Pergelaran lomba lari ini juga merupakan salah satu sarana TNI Angkatan Udara untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan mengenalkan olahraga militer.

    Pada AUOR 2019 ada beberapa kategori yang akan digelar yaitu Race Category 5 K (Fun Run) dan 10 K (Kompetisi) kategori Pria dan Wanita. Kemudian kategori Obstacle Run baik personal, militer maupun kelompok (4 orang/kelompok) dan Kid Dash (500 m) khusus untuk anak-anak.

    Halangan dan rintangan berupa ayunan memakai tali, memanjat tembok, melewati kayu-kayu, menaiki tangga, melewati jembatan yang digantung di pohon, merayap, dan melompati palang setinggi 1,8 meter, serta melewati sungai, “Hadiahnya ratusan juta rupiah,” kata dia.

    Tim Jupiter TNI AU dengan pesawat KT-1 Wong Bee melakukan aksi aerobatik. TEMPO/STR/Eko Siswono Toyudho

    Komandan Pangkalan Udara Danlanud (Danlanud) Adisutjipto, Marsekal Pertama Pnb Ir. Bob Panggabean mengatakan, acara ini terbuka untuk masyarakat umum dan internasional dengan target peserta sebanyak 5.000 orang, baik perorangan maupun tim.

    "Kami ingin sekali TNI, Polri, beserta masyarakat sipil dapat berolahraga bersama untuk memupuk persahabatan dan persatuan agar negara Indonesia semakin kuat," kata Bob.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...