5 Aktivitas Wajib Saat Wisata ke Yogyakarta, Malioboro Tentu Saja

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di Malioboro Yogyakarta setiap hari Selasa Wage. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Suasana di Malioboro Yogyakarta setiap hari Selasa Wage. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengeksplorasi berbagai destinasi wisata di Yogyakarta seperti tiada habisnya. Kota Gudeg itu memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari budaya, kuliner khas, belanja, sampai pemandangan alam.

    Jika kamu berencana datang ke Yogyakarta dalam waktu dekat, coba susun agenda perjalanan yang mencakup semua sensasi wisata di sana. Berikut lima aktivitas seru yang wajib ada pada itinerary saat travelling ke Yogyakarta:

    1. Menyusuri Jalan Malioboro dan Alun-alun Yogyakarta
      Ke Yogyakarta tak lengkap jika tidak mampir ke Jalan Malioboro dan Alun-alun Yogyakarta. Malioboro merupakan ikon wisata Yogyakarta yang ramai dikunjungi wisatawan. Sepanjang jalan dipadati berbagai pedagang mulai dari oleh-oleh dan kuliner khas Yogyakarta, hingga kerajinan yang sarat nilai budaya dan tradisi.

      Semakin malam, kota itu juga terasa kian romantis. Begitu juga dengan alun-alun selatan Keraton Yogyakarta. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sana. Dari menggowes odong-odong berhiaskan lampu warna-warni hingga bermain masangin. Masangin adalah aktivitas melewati dua pohon beringin kembar dengan menutup mata.

    2. Belajar budaya Jawa di Museum Ullen Sentalu
      Museum Ullen Sentalu yang terletak di kawasan wisata Kaliurang menceritakan peradaban Kerajaan Mataram yang terpecah di Solo dan Yogyakarta. Empat keraton tersebut adalah Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman.

      Di Museum Ullen Sentalu terdapat banyak foto bangsawan dan lukisan pada zaman Kerajaan Mataram. Di sana, pengunjung juga bisa menemukan gamelan kuno, peninggalan budaya, serta berbagai koleksi kain batik Solo dan Yogyakarta. Bukan hanya melihat, pengunjung bisa mempelajari makna dan filosofi dari batik-batik tersebut.

    3. Menikmati matahari terbenam di Candi Ijo
      Yogyakarta kaya akan destinasi wisata candi. Candi Ijo berada pada ketinggian 375 meter di atas permukaan laut dan menjadi candi tertinggi di Yogyakarta.

      Candi itu menjadi tempat yang paling pas menikmati matahari terbenam. Candi Ijo memiliki arsitektur peninggalan Mataram Kuno abad ke-18. Dari Candi Ijo, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Yogyakarta. Bila datang pada waktu yang tepat, pemandangan pesawat mendarat di landasan Adisutjipto memberikan pengalaman yang menakjubkan.

    4. Bertualang ke Gunung Api Purba dan Hutan Pinus Mangunan
      Yogyakarta juga memiliki destinasi wisata dengan udara sejuk. Gunung Api Purba dan Hutan Pinus Mangunan bisa menjadi tujuan wisata yang menenangkan sekaligus memberikan pengalaman bertualang.

      Untuk ke Gunung Api Purba, pengunjung hanya perlu melakukan pendakian selama 1,5 jam. Gunung Api Purba didominasi oleh batuan aglomerat dan breksi gunung api. Terletak di Desa Nglanggeran, puncak Gunung Api Purba merupakan titik favorit untuk melihat matahari terbit. Adapun Hutan Pinus Mangunan merupakan hamparan hutan pinus dengan udara sejuk dan segar. Cocok untuk menyegarkan tubuh dan menenangkan pikiran.

    5. Wisata kuliner khas Yogyakarta
      Gudeg tentu menjadi salah satu ikon kuliner di Yogyakarta. Meski begitu, masih banyak makanan khas lain yang patut dicicipi. Ada sate klatak di sekitar Imogiri, oseng mercon, hingga nasi brongkos. Jajanan pasar Mbah Satinem yang melegenda juga bisa menjadi pengalaman kuliner saat berkunjung ke Yogyakarta.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.