Minggu, 22 September 2019

7.400 Cup Kopi Gratis Dibagi di Banaran Coffee Festival 2019

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyortir biji kopi kering robusta di pabrik kopi Banaran PTPN IX, Jambu, Kabupaten Semarang, Rabu, 24 Juli 2019. Panen raya biji kopi tersebut meningkat 100.000 kilogram dibandingkan pada 2018. ANTARA/Aji Styawan

    Pekerja menyortir biji kopi kering robusta di pabrik kopi Banaran PTPN IX, Jambu, Kabupaten Semarang, Rabu, 24 Juli 2019. Panen raya biji kopi tersebut meningkat 100.000 kilogram dibandingkan pada 2018. ANTARA/Aji Styawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah Kota Tua Semarang direvitalisasi, berlibur pada akhir pekan tambah kian menarik. Pasalnya pada 24-25 Agustus, dihelat Banaran Coffee Festival (BCF) 2019. Acara ini berlokasi di Kampoeng Kopi Banaran, Bawen.

    Para pengunjung diajak menikmati berbagi kopi, langsung di tengah kebun kopi yang siap panen. Tentunya,  bakal memberi atmosfer berbeda. Ada 50 kedai kopi dari berbagai daerah di Pulau Jawa yang meramaikan event ini. Asyiknya lagi, serbanyak 7.400 cup kopi akan dibagikan gratis untuk pengunjung.

    “Masih dalam suasana pitulasan (tujuh belasan), kami memilih jumlah kopi gratis ini sebanyak 7.400 cup, sesuai dengan HUT kemerdekaan RI yang ke-74,” ujar Aditya Yoga Kusuma, Ketua Panitia Banaran Coffee Festival 2019 dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat 23 Agustus 2019.

    Dalam kegiatan tersebut, para barista yang ikut meramaikan akan mengenakan kostum bernuansa perjuangan 45. Soal pemilihan lokasi Kampoeng Kopi Banaran, Yoga menjelaskan lokasinya strategis. Berada di jalur persimpangan dari arah Semarang, Yogyakarta maupun Solo, obyek wisata milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX itu juga memiliki menjadi daya tarik tersendiri untuk penyelenggaraan event kopi.

    Area seluas 400 hektare tersebut sebagian besar ditanami pohon kopi, “Saat ini sedang memasuki masa panen. Menariknya, saat BCF besok, masih banyak pohon yang berbunga sehingga pengunjung dan peserta bisa menikmati pemandangan berupa hamparan bunga dan buah kopi,” ujarnya.

    Pihak Kampoeng Kopi Banaran mendukung penyelenggaraan event BCF. Bahkan untuk memastikan pengunjung bisa menikmati pemandangan berupa hamparan bunga kopi, berwarna putih dengan aroma khasnya, pihak perkebunan sudah melakukan penyiraman sejak H-7. 

    Penyiraman itu dilakukan untuk memanipulasi bunga agar bermekaran pada saat event digelar, “Memang sebagian besar cherry sudah dipanen karena masa panen kopi sudah dimulai sejak bulan Juli. Tapi kami sengaja membiarkan beberapa blok kebun agar pada saat event nanti, pengunjung masih bisa melihat langsung bunga dan kopi-kopi siap panen,” kata Kepala bagian Perencanaan Strategis PTPN 9, Petrus Budiman.

    Yang berbeda dengan event kopi lainnya, di Banaran Coffee Festival 2019 besok, peserta festival juga bisa mengikuti Coffee Camp di tengah kebun. Panitia menyiapkan dome khusus sebagai tempat menginap para peserta di malam hari tanggal 24 Agustus, yang tak jauh dari lokasi festival.

    Pada Minggu paginya, sebelum acara pembagian kopi gratis dilanjutkan, para pegiat kopi diberi kesempatan melihat langsung perkebunan kopi, “Peserta plantation bisa melihat langsung kegiatan pengolahan kebun, dari proses pembibitan hingga proses panen,” ujar Petrus.

    Bagi pegiat kopi, acara ini bisa dijadikan ajang untuk belajar dan memahami kopi. Bagaimanpun harus diakui bahwa tidak semua pegiat kopi, khususnya yang tidak punya kebun sendiri, pernah melihat secara langsung proses pengolahan kopi di perkebunan.

    Pada Minggu siangnya, peserta juga diajak melihat langsung proses pasca panen kopi. Sebagai perkebunan skala besar, semua kopi hasil kebun akan diolah di Pabrik Kopi Banaran yang terletak di Ds Krajan, Jambon, Semarang.

    “Mulai dari proses pengeringan, sortasi hingga hasilnya keluar sebagai kopi siap seduh bisa diliat langsung di sana,” ujar Petrus.

    Sebagaimana event kopi umumnya, BCF 2019 besok akan diramaikan dengan berbagai kegiatan, Latte Art Competiton, Lomba Photo Instagram, Coffee Talk, berbagai hiburan, terbuka untuk masyarakat umum, termasuk para pengunjung Kampoeng Kopi Banaran, pada Sabtu pukul 13.00-22.00 WIB dan Minggu jam 08.00-13.00 WIB.

    Ini merupakan tahun kedua BCF diselenggarakan setelah tahun 2018 lalu diadakan di bulan Oktober. BCF telah menjadi agenda tahunan sebagai ajang silaturahmi para pegiat kopi di seluruh nusantara, utamanya di Jawa Tengah dan sekitarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe