Sebab Penumpang Pesawat Harus Bangun Sebelum Terbang dan Mendarat

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penumpang pesawat (pixabay.com)

    Ilustrasi penumpang pesawat (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Janganlah marah atau tersinggung ketika pramugari atau pramugara membangunkan penumpang pesawat terbang saat sedang tidur. Mungkin merasa kaget atau terganggu, tapi semua itu untuk kepentingan dan keselamatan Anda sendiri.

    Mengutip unggahan Angkasa Pura di akun Instagram resmi, ada sebab pramugari dan pramugara membangunkan penumpang ketika pesawat hendak lepas landas dan akan mendarat. Alasan utamanya adalah, saat lepas landas dan mendarat, terjadi pergantian tekanan udara yang signifikan pada kabin pesawat dan berdampak terhadap pendengaranmu.

    Saat kondisi terjaga, telinga dapat menyesuaikan perubahan tekanan udara secara alami. Namun jika penumpang tertidur, telinga tidak dapat menyesuaikan tekanan udara secara maksimal.

    Ilustrasi penumpang pesawat terbang sedang tidur. Instagram Angkasa Pura

    Berangkat dari alasan itu, Anda sebaiknya memperkirakan kapan waktu mendarat dan menghindari tidur saat sudah dekat waktu mendarat. Untuk menghalau kantuk, penumpang bisa mencoba mengunyah permen karet, membaca majalah, atau berbincang dengan penumpang di sebelah.

    Lagipula, saat lepas landas dan mendarat, penumpang pesawat terbang yang duduk di dekat jendela bisa menikmati pemandangan. Satu lagi, jangan sia-siakan kesempatan menikmati permen secara cuma-cuma saat ditawarkan oleh pramugari sebelum pesawat lepas landas. Mengunyah permen bisa mengurangi efek pergantian tekanan udara pada kabin pesawat yang mempengaruhi pendengaran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.