Minggu, 22 September 2019

Kampung Berwarna, Menyulap Kumuh Jadi Destinasi Instagramable

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial suasana Kampung Pelangi Wonosari di Randusari, Semarang, Selasa, 27 November 2018. Kampung yang berada di lereng perbukitan tersebut dahulu merupakan permukiman kumuh dan sejak setahun terakhir menjadi salah satu destinasi wisata di ibu kota Jawa tengah.  ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Foto aerial suasana Kampung Pelangi Wonosari di Randusari, Semarang, Selasa, 27 November 2018. Kampung yang berada di lereng perbukitan tersebut dahulu merupakan permukiman kumuh dan sejak setahun terakhir menjadi salah satu destinasi wisata di ibu kota Jawa tengah. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kini ada syarat wajib untuk pelesiran: destinasi harus instagramable. Kota-kota seperti Malang, Palembang, Yogyakarta, Semarang dan beberapa kota lainnya menata kotanya menjadi destinasi instagramable. Salah satunya dengan membuat kampyng warna-warni atau kampung pelangi.

    Kampung-kampung itu umumnya dibangun dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR) pabrik cat. Sihir cat itulah yang membuat kampung-kampung pelangi tak sepi peminat. Mural-mural berdampingan dengan warna warni cat yang meriah menyenangkan mata. Berikut kampung warna-warni yang sedang diburu wisatawan urban. 

    Kampung Pelangi Semarang

    Semarang memiliki kampung warna-warni yang dinamai Kampung Pelangi. Lokasinya berada di Wonosari, Kelurahan Randusari. Lokasinya yang strategis, memudahkannya dijangkau dari berbagai lokasi dan eye catching bagi para pelintas. 

    Kampung Pelangi Semarang berdiri di pinggiran sungai, dan berada di wilayah Gunung Brintik. Siapkan sepatu kets, karena traveler harus naik turun menyusuri perkampungan untuk menikmati keindahannya. Tapi, bila tak ingin lelah, cukup menaiki gardu pandang untuk menikmati lanskap Kampung Pelangi.

    Wisatawan mancanegara mengunjungi Kampung Pelangi Wonosari di Randusari, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 27 November 2018. Kampung ini menjadi tempat wisata melakukan penataan pada lingkungan sekitarnya. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Kampung Pelangi Jodipan, Malang

    Di pinggir kali, yang melintasi Kelurahan Jodipan, Blimbing, Malang, mata Anda bisa tergoda. Era 1990-an, kampung padat itu kerap diabaikan pemotor yang melintas di seberangnya. Kini, siapapun yang melintas Blimbing bakal tergoda untuk mampir. Kampung warna-warni melambai kepada siapa saja yang melintas.

    Ide menyulap Jodipan menjadi sisi kota yang semarak, berawal dari mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tengah menjalani praktik kerja di PT Inti Daya Guna Aneka Warna (Indana), sebuah perusahaan cat di Malang. Jodipan sukses bermetamorfosis, yang diikuti kampung di seberangnya di Kelurahan Kesatrian. Bedanya, Kesatrian mengusung konsep Kampung Tridi (3D). Sesuai namanya, banyak lukisan 3D yang diaplikasikan ke dinding rumah penduduk.

    Kampung Jodipan dan Tridi pun tersambung dengan jembatan kaca yang dibangun untuk menghubungkan kedua kampung dan membentang di atas Sungai Brantas. Jembatan itu dibangun dengan model jembatan gantung, berwarna kuning sepanjang 25 meter dan lebar 1,25 meter pada ketinggian 9,5 meter.

    Aksi mahasiswa saat menampilkan pertunjukkan seni tari kontemporer di kawasan Kampung Warna-warni Jodipan, Malang, Jawa Timur, 7 Desember 2016. Aris Novia Hidayat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe