Solo Gamelan Festival Kembali Digelar Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ILUSTRASI. Pentas Kelompok Gamelan Siswo Sukro asal London, Inggris saat acara Festival Kesenian Yogyakarta 29 di Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (9/8/2017) malam. Penampilan tersebut menjadi rangkaian tur grup tersebut ke Indonesia hasil program kerja sama KBRI London dan Kemendikbud RI. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

    ILUSTRASI. Pentas Kelompok Gamelan Siswo Sukro asal London, Inggris saat acara Festival Kesenian Yogyakarta 29 di Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (9/8/2017) malam. Penampilan tersebut menjadi rangkaian tur grup tersebut ke Indonesia hasil program kerja sama KBRI London dan Kemendikbud RI. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

    TEMPO.CO, Solo - Pemerintah Kota Surakarta akan menggelar Solo Gamelan Festival pada Jumat dan Sabtu, 23-24 Agustus 2019. Lima kelompok karawitan serta sejumlah komposer akan meramaikan festival yang digelar di Benteng Vastenburg tersebut.

    Koordinator Kurator Blacius Subono mengatakan telah melakukan proses kurasi terhadap sejumlah kelompok karawitan dari lima kecamatan. "Kami memilih satu kelompok di tiap-tiap kecamatan," kata Subono.

    Selain melakukan kurasi, mereka juga menggelar workshop serta pendampingan terhadap kelompok karawitan terpilih. Upaya itu dilakukan untuk memastikan Solo Gamelan Festival merupakan sebuah tontonan berkualitas.

    Kelompok karawitan tersebut akan tampil di hari pertama festival. Sedangkan di hari kedua, lima komposer yang sudah cukup terkenal dari Kota Solo akan meramaikan festival melalui komposisi gamelannya.

    Lima komposer tersebut adalah Blacius Subono, Lumbini Trihasto, Dedek Wahyudi, Darto Kartawi serta Gunarto Gondrong. Selain menampilkan karya sendiri, lima komposer tersebut akan bergabung dalam sebuah pentas kolaborasi.

    Menurut Subono, penyelenggara tidak membatasi kreativitas para komposer dalam menyuguhkan karya musik tersebut. Hanya saja, para komposer hanya diperkenankan menggunakan alat musik gamelan tradisional serta alat musik lain non-elektrik sebagai tambahan.

    "Ini merupakan sebuah tantangan bagi para komposer," kata Pimpinan Produksi, Teguh Prihadi. Selama ini, banyak komposer yang berkreasi membuat komposisi-komposisi baru dengan menggunakan alat musik tambahan lain, termasuk alat musik elektrik.

    Dalam festival tersebut mereka ditantang untuk membuat karya yang tidak kalah menarik namun menggunakan perangkat gamelan orisinal. Meski begitu, peserta boleh menggunakan alat musik tambahan. "Yang penting bukan alat elektrik," katanya.

    Solo Gamelan Festival merupakan salah satu agenda rutin yang digelar setiap tahun. Festival ini diadakan sebagai bentuk pelestarian terhadap alat musik pentatonik tersebut. Pada 2018 tidak ada festival ini karena pada tahun yang sama Kota Solo didaulat menjadi tuan rumah International Gamelan Festival.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.