Minggu, 22 September 2019

Wisatawan Jangan Cari Paket Wisata Pulau Komodo untuk 2020

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah komodo berkumpul dalam kunjungan di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Ahad, 14 Oktober 2018. Pulau Rinca yang merupakan zona inti Taman Nasional Komodo, dihuni lebih dari 1.500 ekor komodo. TEMPO/Tony Hartawan

    Sejumlah komodo berkumpul dalam kunjungan di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Ahad, 14 Oktober 2018. Pulau Rinca yang merupakan zona inti Taman Nasional Komodo, dihuni lebih dari 1.500 ekor komodo. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Kupang - Wisatawan yang hendak berlibur ke Pulau Komodo dan mencari paket wisata ke pulau itu untuk tahun depan bakal gigit jari. Tarik ulur penutupan wisata ke Pulau Komodo membuat perusahaan travel tak berani menawarkan paket wisata ke pulau ini kepada pelancong.

    Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia atau Asita Provinsi NTT, Abed Frans mengatakan rencana penutupan Pulau Komodo menuai polemik di berbagai kalangan. "Polemik ini berdamapk buruk bagi pariwisata dan berimbas ke penjualan paket wisata," kata Abde di Kupang.

    Pemilik operator tur PT Flobamor Tour itu mengatakan, ketidakpastian ini membuat para operator tur hanya bisa mengantisipasi penjualan paket wisata untuk 2020 dengan membuat paket wisata tanpa Pulau Komodo. "Kami berharap pro dan kontra ini disudahi. Harus ada kepastian karena patner pelaku wisata di luar juga mengharapkan hal yang sama," ucap dia.

    Seekor komodo berada dalam pengawasan penjaga di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Ahad, 14 Oktober 2018. Sementara di Pulau Komodo populasinya berjumlah sekitar 1.300 ekor. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Bos Biro perjalanan wisata PT Flores Exotic Tours, Leonardus Nyoman menjelaskan para pelaku wisata tak bisa terus menunggu kejelasan jadi ditutup atau tidaknya wisata ke Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, pada 2020. Musababnya, katalog paket wisata harus dipromosikan paling lambat setahun sebelumnya.

    "Ketidakpastian ini membuat kami memilih mengalihkan agenda wisata ke destinasi lainnya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe