Cara Unik PKL Malioboro Rayakan Hari Kemerdekaan

PKL Malioboro menggelar upacara bendera sekaligus mengusulkan Paku Alam VIII sebagai pahlawan nasional. TEMPO/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Yogyakarta - Untuk kali pertama, perhelatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Yogyakarta,diramaikan dengan kegiatan upacara yang digelar ratusan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan wisata Malioboro, Sabtu 17 Agustus 2019.

Para wisatawan yang kebetulan sejak pagi sudah menyambangi jantung wisata Kota Gudeg itu pun menjadi saksi acara unik nan khidmat, yang diikuti perwakilan 22 paguyuban pedagang yang berjualan di Malioboro.
 
Para pedagang itu mengenakan berbagai pakaian adat, baju surjan, batik, dan kebaya secara khidmad menggelar upacara itu di depan pintu masuk Kantor Gubernur DIY Kepatihan sisi barat yang berbatasan langsung dengan jalan Malioboro. 
 
Rangkaian upacara yang juga disertai pengibaran bendera merah putih itu, diakhiri dengan penandatangan bersama dukungan untuk menetapkan Raja Pura Pakualaman, yang juga Gubernur DIY ke 2 Sri Paduka Paku Alam VIII sebagai pahlawan nasional.
 
"Upacara ini jadi pertama yang kami gelar melibatkan seluruh perwakilan pedagang, sebagai rasa syukur atas kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan bangsa," ujar Wawan Suhendra, Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Yogyakarta (PPKLY) Malioboro.
 
Wawan menuturkan peringatan kali ini juga disertai pembacaan sikap bersama yang mendesak Presiden Joko Widodo, untuk segera mempercepat penetapan Paku Alam VIII sebagai pahlawan nasional, mengingat jasa-jasanya semasa kemerdekaan.
 
Paku Alam, pada 19 Agustus 1945 bersama Raja Keraton Yogya Sultan Hamengkubuwono IX, menyatakan pengakuan kepada Sukarno dan Mohammad Hatta sebagai presiden dan wakil presiden RI. Kemudian pada 5 September 1945 mengeluarkan amanat yang menyatakan kerajaan Kadipaten Pakualaman adalah bagian Negara Republik Indonesia.
 
"Paku Alam VIII juga pahlawan bagi kami, kalangan PKL, karena beliau tokoh yang pertama kali mengijinkan PKL boleh berjualan di Jalan Malioboro hingga kini jumlahnya berkembang menjadi 2.000-an pedagang yang bernaung di bawah 22 paguyuban," ujar Wawan.
 
Paku Alam VIII yang menjadi wakil gubernur DIY mulai 1945-1998, ujar Wawan, secara tak langsung menjadi sosok yang membuat Malioboro menjadi kawasan wisata yang lebih hidup dengan kebijakan itu.
 
"Wisatawan jadi beranggapan belum ke Yogya kalau belum ke Malioboro, dan Malioboro tak bisa dipisahkan dari PKL," ujarnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Paguyuban Koperasi Tridharma Malioboro Paul Zulkarnaen menuturkan, lewat upacara kemerdekaan dan penandatangan bersama dukungan Paku Alam VIII sebagai pahlawan nasional, pedagang di Malioboro secara tersirat ingin menyerukan pula kegundahan yang dirasakan beberapa waktu terakhir.
 
Khususnya terkait penataan PKL yang sedang disiapkan Pemerintah DIY dan Kota Yogya untuk Malioboro seiring rampungnya proyek pedestrian, "Kami khawatir PKL Malioboro dari penataan itu akan tersisih, terutama setelah ada pembangunan pusat PKL di lahan bekas bioskop Indra," ujarnya.
 
Paul menuturkan jika benar para PKL Malioboro akan dipusatkan di lahan khusus maka hal itu akan merugikan dan menurunkan pendapatan pedagang. Lahan bekas bioskop Indra sendiri lokasinya tak menghadap langsung ke jalan Malioboro meski masih dalam satu kawasan.
Para PKL membuat petisi atau menandatangani dukungan agar Paku Alam VIII menjadi pahlawan nasional. Paku Alam VIII merupakan gubernur yang mengizinkan PKL berjualan di Malioboro. Tempo/Pribadi Wicaksono
 
Usai menggelar upacara, para pedagang di Malioboro kembali melanjutkan aktivitasnya seperti biasa dan tidak libur. Para PKL Malioboro memulai rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan tahun ini dengan lebih dulu berziarah ke makam Sultan Hamengkubuwana IX di Imogiri pada Rabu 14 Agustus 2019 lalu.
 
Ziarah dilakukan, sebagai wujud ungkapan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada HB IX yang juga dianggap sebagai pahlawan wong cilik, khususnya bagi PKL Malioboro.
 
PRIBADI WICAKSONO
 
 
 





Penyebab Malioboro Sering Macet Meski Sudah Bersih PKL

9 hari lalu

Penyebab Malioboro Sering Macet Meski Sudah Bersih PKL

Awal pekan ini kemacetan dan semrawutnya Malioboro itu kembali menggema setelah munculnya keluhan pengguna jalan itu di media sosial.


Penataan Malioboro Berlanjut, Giliran Ruas Jalan Ini Ditargetkan Bebas PKL

22 hari lalu

Penataan Malioboro Berlanjut, Giliran Ruas Jalan Ini Ditargetkan Bebas PKL

Relokasi PKL di kawasan ruas jalan Malioboro itu juga untuk mempersiapkan rencana pembangunan Jogja Planning Gallery atau JPG.


Saat Sultan HB X Disambut Para Lurah di Bandara dan Stasiun

51 hari lalu

Saat Sultan HB X Disambut Para Lurah di Bandara dan Stasiun

Ratusan pamong dan lurah menggunakan baju adat Jawa berbaris rapi di pintu kedatangan untuk menyambut Sultan HB X.


Presiden Jokowi Lantik Lagi Sultan HB X sebagai Gubernur DIY

54 hari lalu

Presiden Jokowi Lantik Lagi Sultan HB X sebagai Gubernur DIY

Presiden Jokowi pagi ini melantik Sultan HB X dan Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.


Pengunjung Jogja Bike Rendezvous 2022 Membludak, Ini Prediksi Transaksinya

20 September 2022

Pengunjung Jogja Bike Rendezvous 2022 Membludak, Ini Prediksi Transaksinya

Kegiatan Jogja Bike Rendezvous di Yogyakarta pada 17-18 September 2022 dihadiri lebih dari 1.500 bikers pecinta Harley-Davidson.


Ruwatan Nusantara G20 di Yogya, Paku Alam X Ungkap Maknanya

12 September 2022

Ruwatan Nusantara G20 di Yogya, Paku Alam X Ungkap Maknanya

Ruwatan Nusantara dalam forum G20 merupakan aksi para pemangku adat untuk menyerukan dan mendoakan pemulihan peradaban pascapandemi Covid-19.


Dinas Pariwisata Yogya Dorong Gamelan Jadi Atraksi Budaya di Lingkungan Hotel

9 September 2022

Dinas Pariwisata Yogya Dorong Gamelan Jadi Atraksi Budaya di Lingkungan Hotel

Di DI Yogyakarta terdapat hampir 200 hotel berbintang yang bangunannya memadai untuk berkala menampilkan pertunjukkan seni tradisi seperti gamelan.


Sejarah Hari Ini: Keikhlasan Sultan Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII Bergabung dengan Republik Indonesia

5 September 2022

Sejarah Hari Ini: Keikhlasan Sultan Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII Bergabung dengan Republik Indonesia

Pada 5 September 1945, Kasultanan Yogyakarta melalui Sri Sultan Hamengkubuwono IX memutuskan bergabung dengan Republik Indonesia. Juga Paku Alam VIII.


Malaysia Rayakan Hari Kemerdekaan

1 September 2022

Malaysia Rayakan Hari Kemerdekaan

Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta merayakan Hari kemerdekaan. Doa dan harapan hubungan Indonesia dan Malaysia makin erat di masa depan.


Ratusan Santri Ikuti Kirab Merah Putih, Sarungan dan Pakai Kopiah Sambil Membawa Bambu

28 Agustus 2022

Ratusan Santri Ikuti Kirab Merah Putih, Sarungan dan Pakai Kopiah Sambil Membawa Bambu

Ratusan santri mengikuti Kirab Merah Putih yang dilepas Presiden Jokowi dari Istana Merdeka. Sarungan dan pakai kopiah sambil membawa bambu.