Pekan Apresiasi Budaya, Keindahan Lombok dalam Satu Panggung

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekan Apresiasi Budaya (PAB) selama tiga hari untuk menampilkan seni budaya lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara. TEMPO/HUMAS KLU

    Pekan Apresiasi Budaya (PAB) selama tiga hari untuk menampilkan seni budaya lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara. TEMPO/HUMAS KLU

    TEMPO.CO, Lombok - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar perhelatan budaya selama tiga hari, 13-15 Agustus. Perhelatan akbar ini bertajuk Pekan Apresiasi Budaya (PAB).

    Acara tersebut dipusatkan di Lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung. Saban malam, penduduk dan wisatawan dapat menikmati berbagai pementasan budaya yang ditampilkan oleh warga lima kecamatan yang ada di KLU. 

    Selama tiga hari itu, warga Kecamatan Tanjung menyuguhkan prosesi adat Sorong Serah Aji Krama, Kecamatan Pemenang menampilkan prosesi Adat Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

    Sedangkan Kecamatan Gangga dengan prosesi Nyongkolan, Kecamatan Kayangan melalui prosesi adat Bisoq Beras/Menik serta Kecamatan Bayan dengan prosesi Maulud Adat. Berbagai prosesi diselingi penembangan pantun-pantun pesan moril kebudayaan.

    Menurut juru bicara KLU Mujaddid Muhas, pelaksanaan kegiatan PAB kali ini, mengusung tema Paer Dayan Gunung Meririq Diriq atau Masyarakat Lombok Utara Memperbaiki Diri.

    ''Setiap malam dipentaskan berbagai prosesi pranata kebudayaan," katanya.  PAB ini adalah bentuk apresiasi dan sebagai ruang ekspresi kebudayaan, berbagai pranata dan institusi budaya yang ada di bumi Tioq Tata Tunaq.

    PAB 2019 dibuka oleh Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar di Lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung. Menurutnya, PAB merupakan wujud sosialisasi beragam norma dan kearifan lokal yang dapat diinternalisasi masyarakat. Tak hanya masyarakat Lombok Utara semata, tetapi masyarakat luas.  

    Sewaktu membuka kegiatan tersebut, Najmul menyampaikan bahwa kegiatan PAB untuk melestarikan secara turun temurun, budaya yang ada di kalangan masyarakat adat dan di kalangan masyarakat pada umumnya.

    ''Inilah kekhasan Lombok Utara yang kaya akan pranata budaya,'' ujarnya. Kegiatan seperti ini dijadikan momentum kembali mentradisikan adat dan budaya serta melaksanakan norma-norma yang ada di Lombok Utara.

    Najmul Akhyar juga menjelaskan berbagai atraksi prosesi maulid adat, prosesi khitanan, prosesi pengantenan. Kesemuanya menunjukkan bahwa budaya memuliakan manusia, dan memanusiakan manusia.

    "Segala hidup dan kehidupan masyarakat, tentu mempunyai nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Itulah nilai adat dan budaya," ucapnya.

    Masyarakat dari lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara menampilkan atraksi budaya di depan warga dan wisatawan. TEMPO/HUMAS KLU

    Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KLU Arnowadi selaku ketua pelaksana PAB 2019 menyatakan kegiatan PAB merupakan kegiatan tetap tahunan di KLU. Pelaksanaannya bersamaan dengan HUT ke-11 KLU dan HUT ke-74 RI.

    Adapun latar belakang kegiatan dalam upaya melestarikan kearifan budaya lokal. ''KLU kan terkenal dengan kabupaten berbasis budaya,'' katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.