Festival of Light Memeriahkan Rangkaian Hari Kemerdekaan di Monas

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Instalasi seni patung dada Pangeran Jayakarta dalam pameran lampu Festival of Light di Taman Selatan kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    Instalasi seni patung dada Pangeran Jayakarta dalam pameran lampu Festival of Light di Taman Selatan kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Monumen Nasional (Monas) pekan ini mengadakan pameran lampu yang dinamai Festival of Light. Acara tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-74. 

    Festival of Light berpusat di Taman Selatan kawasan Monas, berlangsung pada 15 Agustus-25 Agustus 2019, kecuali hari Senin. Festival yang jadi bagian  agenda Monas Week 2019 itu menampilkan ragam instalasi seni yang memancarkan cahaya.

    Lampu-lampu itu dibentuk seperti kapal layar, instalasi semacam lorong yang dihiasi gemerlap cahaya lampu, dan mobil. Ada pula instalasi patung dada Jenderal Sudirman dan Pangeran Jayakarta yang bercahaya menghiasi Taman Selatan kawasan Monas.

    Menurut Pelaksana Tugas Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Munjirin, tema untuk merancang pameran lampu tersebut bersumber dari diorama yang ada dalam Museum Sejarah Nasional di Monas. "Diorama dalam museum ditampilkan kembali dalam bentuk lampu," tuturnya. "Ini sesuatu yang baru dan kekinian, teknologi untuk menarik pengunjung."

    Sementara pada malam 17 Agustus, akan ada pertunjukan pemetaan video (video mapping) dengan tema Nyalakan Indonesia. Selama perhelatan Festival of Light, acara dimulai dimulai pukul 18.30 sampai 22.00. Bukan cuma cahaya lampu saja, tapi ada pula pertunjukan laser dan musik. Acara pertunjukan tersebut dalam sehari dibagi tiga, yakni Pertunjukan 1 (18.30-18.55), Pertunjukan 2 (20.00-20.25), dan Pertunjukan 3 (21.00-21.25).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.