Minggu, 22 September 2019

Mentawai, Yerusalemnya Peselancar Ombak

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam Ayunan Ombak Mentawai

    Dalam Ayunan Ombak Mentawai

    Anugerah Ombak

    Posisi geografis yang langsung menghadap Samudra Hindia memang membuat ombak di Mentawai membengkak. Itu adalah berkah bagi peselancar. Tapi, kalau terlalu besar, bisa jadi bencana. Jika badai datang, semua transportasi laut berhenti beroperasi. Kepulauan ini terletak 150 kilometer dari lepas pantai Sumatera dengan garis pantai sepanjang 758 kilometer. Periode Juni-November, yang bertepatan dengan libur musim panas Eropa, adalah waktu terbaik berselancar di sana. Pada periode itu ombak bisa 10 meter. 

    Karakter ombak Mentawai disukai karena memiliki terowongan (barrel) panjang. Jarak antara gulungan pertama dan selanjutnya juga dekat. Maka peselancar tidak perlu lama menunggu gulungan ombak datang. Kejuaraan dunia macam World Champions Surfing Series Mentawai dan Mentawai International Pro Surf Competition, secara reguler digelar di Lance’s Right, Mentawai. 

    Ada 99 titik ombak kategori internasional di Mentawai. Area itu tersebar di daerah Nyang-Nyang, Karang Bajat, Karoniki, Pananggelat, dan Mainuk (Pulau Siberut), Katiet Basua (Pulau Sipora), dan Pagai Utara (Pulau Sikakap). Setelah tsunami 2010, tidak ada perubahan lokasi ombak. Justru Dinas Pariwisata Kabupaten Mentawai mencatat ada 74 tempat ombak yang baru.

    Setiap titik ombak memiliki karakter sendiri. Misalnya di No Kanduis Left—asal kata dari no can do it. Di sana cocok untuk peselancar Goofy foot alias kidal karena ombaknya kiri. Artinya, gelombang akan pecah dari kanan ke kiri—dari sudut pandang peselancar ketika menghadap ke pantai.

    Disebut Goofy foot ya memang karena berasal dari tokoh kartun Disney: Goofy. Dedi Saraina, peselancar Mentawai, mengatakan, dalam film Disney berjudul Hawaiian Holiday, Goofy mencoba bermain selancar dengan memakai gaya reguler, tapi ia terjatuh tiga kali. Namun, ketika memindahkan kaki kanan ke depan papan dan kaki kiri yang mengendalikan, ia justru jadi mahir. Peselancar yang melegenda di planet ini, seperti Kelly Slater, Andy Irons, dan Mick Fanning, adalah penganut agama Goofy.

    Jika Anda adalah tipe regular foot (kanan) kemudian ingin bermain di ombak kiri, Anda harus pandai berselancar dengan membelakangi ombak. Jika tidak, Anda akan jadi bulan-bulanan ombak.

    Di Mentawai, banyak sekali jenis ombak kiri. Karena itu, Kelly Slater kesengsem betul. Hampir tiap setengah tahun sekali, kata Dedi, peselancar legendaris Amerika Serikat itu mengunjungi Lance's Left. 

    Bukan cuma Slater yang tertarik. Pangeran Charles, putra Ratu Elizabeth II, bahkan menyambangi Mentawai setiap tahun, meski tidak berselancar. Rijel Samaloisa, Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, mengatakan orang dari Kedutaan Besar Inggris akan menemuinya untuk meminta izin jika Charles akan datang. "Jangan-jangan dia mau buat negara di sini," kata Rijel tertawa.

    Budaya selancar di Mentawai muncul baru pada 1990-an. Saat itu, para peselancar asing mulai menjelajahi Mentawai dengan menyewa perahu reot nelayan lokal, bukan memakai kapal pesiar seperti sekarang. Mereka tidur di papan, makan nasi di pantai, dan menghabiskan waktu berminggu-minggu di laut.

    Saat itu, Dedi mengaku ikut-ikutan para bule asal Australia tersebut. Bersama teman-temannya, ia membentuk komunitas kecil dan patungan membeli bahan bakar untuk perahu. Sedangkan papannya hibah dari turis atau membuat sendiri dari kayu. Kini rata-rata 5.000 orang datang tiap tahun ke sana. 

    Di Mentawai, kita bisa melihat berselancar adalah pengalaman yang amat menular, paling tidak dari segi fashion dan filosofi hidup. Anda bisa melihat otot kotak di perut saat para peselancar berdiri di papan dan tetap tampak asyik ketika cuma memakai celana pendek belel. Satu lagi: mereka terus mengatakan segala sesuatu adalah mungkin, termasuk menunggangi ombak sebesar rumah di Pondok Indah.

    Peselancar Indonesia, Sandy Slamet melomcati ombak besar saat sedang berselancar di Playground, Mentawai, Sumatera Barat, (17/10). Tempo/Tommy Satria

    Saya mendapat kabar bahwa Sandi sudah kembali ke laut untuk berselancar lagi—kurang dari tiga hari setelah kecelakaan yang merobek bibirnya. Dia membiarkan air asin yang menyembuhkannya, dan menolak membiarkan rasa takut menang. Sandi selalu bilang, "Life's swell." Hidup itu hebat, seperti gelombang besar. HERU TRIYONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe