Makan Malam Sembari Dihibur Remo di Hotel Tugu

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penari memimpin gerakan tari Remo Massal saat Surabaya Urban Culture Frestival di sepanjang jalan Tunjungan, Surabaya, Minggu (5/27). Sebanyak 1000 orang mengikuti lomba tata rias menari Remo massal. Urban Culture Festival ini sebagai upaya untuk menghidupkan kembali kawasan jalan Tunjungan sebagai kawasan historis Surabaya. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah penari memimpin gerakan tari Remo Massal saat Surabaya Urban Culture Frestival di sepanjang jalan Tunjungan, Surabaya, Minggu (5/27). Sebanyak 1000 orang mengikuti lomba tata rias menari Remo massal. Urban Culture Festival ini sebagai upaya untuk menghidupkan kembali kawasan jalan Tunjungan sebagai kawasan historis Surabaya. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Malang - Hotel Tugu Malang menyajikan Indonesia’s Cultural Dining Series ke-44 pada 15 Agustus 2019. Menggandeng para seniman muda, Hotel Tugu menggelar wayang kulit dan tari remo bolet. Indonesia’s Cultural Dining Series diselenggarakan untuk memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke 74.

    Juru bicara hotel Tugu Richard Wardana mengatakan Agustus merupakan bulan bersejarah. Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan, melepaskan diri dari penjajahan, kolonialisme. Untuk itu patut diperingati dan dirayakan.  dari tangan penjajah pada tahun 1945.

    Tari remo khas Jawa Timur akan membuka sajian santap malam. Menghadirkan seniman dari Jombang. Tari Remo ini disebut gaya Jombangan karena memiliki karakter gerakan santai namun tegas dan kuat. Melambangkan semangat rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

    Dipadu dengan wayang purwa atau wayang kulit dengan dalang muda Andi Bayu Sasongko dari Institut Seni Indonesia. Wayang ini mementaskan kisah heroik Satria Pringgodani atau Gatot Kaca. Saat berperang melawan Wangsa Kurawa. Sebagai refleksi perjuangan para pejuang dalam merebut kemerdekaan.

    Pertunjukan dilangsungkan di Tirtagangga, Hotel Tugu Malang. Ruang perjamuan yang elegan dan eksotis. Memadukan kultur India, Arab, Cina dan Mongolia karena terinspirasi jalur sutra. EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.