Jogja Sambut HUT RI dengan Jogja Merdeka Bersepeda

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jajaran Pemkot Yogyakarta dan berbagai komunitas sepeda, mengikuti gowes bareng bertajuk Jogja Merdeka Bersepeda. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Jajaran Pemkot Yogyakarta dan berbagai komunitas sepeda, mengikuti gowes bareng bertajuk Jogja Merdeka Bersepeda. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti bersama ratusan pesepeda dari berbagai komunitas mengikuti perhelatan gowes keliling kota bertajuk Jogja Merdeka Bersepeda, Jumat (9/8).

    Acara tersebut sekaligus mencoba layanan aplikasi sewa sepeda JogjaBike. Para peserta berangkat dari titik pemberangkatan di monumen Tugu Jogja dan finish di kawasan heritage indies Kotabaru.

    Seluruh peserta kompak menggunakan kostum bernuansa perjuangan dibalut atribut bendera merah putih. Para komunitas sepeda yang terlibat seperti dari Pitnik, Cokro OnteL, Gowes Kumendaman, dan Jogja Gowes. Selain itu, kalangan pelajar seperti dari SMA Negeri 3 Yogyakarta, SMA Negeri 1 Yogyakarta, juga Stella Duce juga terlibat.

    Sepanjang perjalanan melintasi jalanan Jogja para peserta membagikan ribuan nasi kotak di sepanjang rute kepada warga, “Selain untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI, kegiatan ini juga untuk kembali menggaungkan sepeda sebagai sepeda alat transportasi ramah lingkungan pada masyarakat,” ujar Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

    Haryadi menuturkan luas Kota Jogja hanya 32,5 kilometer persegi. Di kota Gudeg ini masih banyak potensi kampung wisata yang menarik disambangi wisatawan, selain Malioboro, dan lebih mudah dijangkau menggunakan sepeda, “Jadi kami kampanyekan terus sepeda sebagai alat menikmati wisata Yogya,” ujarnya.

    Haryadi menuturkan, hadirnya Jogjabike yang menjadi inisasi Pemkot Yogyakarta untuk layanan sewa sepeda berbasis aplikasi, menjadi penunjang kampung wisata. Haryadi menuturkan dengan menggunakan Jogjabike, wisatawan yang gemar bersepeda bisa menyusuri Malioboro.

    “Kami juga arahkan bahwa di sekitar Malioboro banyak kampung wisata yang bisa disusuri dengan sepeda,” ujarnya. Sepeda juga memudah para wisatawan menjangkau, suasana kota Jogja yang tersembunyi.  

    Apalagi, ujar Haryadi, Jogjabike telah memiliki model sepeda versi MTB atau sepeda gunung. Tak hanya model ontel yang dikenalkan lebih dulu.

    "Dengan Jogjabike MTB ini harapan kami wisatawan yang menyewa sepeda bisa berpergian sampai kampung-kampung wisata di pinggiran Jogja, yang jalan kampungnya sempit dan tak bisa di akses becak, andong juga angkutan umum," ujarnya.

    Komisaris Jogjabike Muhammad Aditya menuturkan dalam gowes bersama ini, menjadi momentum untuk napak tilas Jogja sebagai kota perjuangan. Sehingga rute-rute yang dipilih juga menggambarkan narasi sejarah perjuangan yang pernah terjadi di Jogja pada masa lampau.

    Jogjabike layanan penyewaan sepeda khusus untuk menyusuri kampung wisata kini menyediakan sepeda gunung. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    "Mulai start dari monument Tugu yang merupakan penanda spiritiual Kota Yogya lalu finish di Kotabaru, yang dulu menjadi medan pertempuran saat mempertahankan kemerdekaan,” ujarnya.

    Gowes Jogja Merdeka Bersepeda ini terbagi dua rute. Pertama, Monumen Tugu- Jalan Mangkubumi – Jalan Malioboro – Jalan Senopati – Jalan Suryotomo – Jalan Juminahan – Jalan Hayamwuruk – Stadion Kridosono – Jalan Lempuyangan – Jalan Suroto Kotabaru.

    Adapun rute kedua mulai dari Monumen Tugu – Jalan Mangkubumi – Jalan Malioboro – Jalan Perwakilan – Jalan Mataram – Jalan Abubakar Ali – Jalan Yos Sudarso – Jalan Suroto Kotabaru.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...