Bocah Gembel Rambut Gimbal Dieng Minta Kentut Ibunya Dibungkus

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prosesi pemotongan rambut anak gimbal di Dieng Culture Festival 2018 yang bertempat di pelataram kompleks Candi Arjuna, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu, 5 Agustus 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Prosesi pemotongan rambut anak gimbal di Dieng Culture Festival 2018 yang bertempat di pelataram kompleks Candi Arjuna, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu, 5 Agustus 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Dieng - Sebanyak sebelas bocah gembel mengikuti acara ruwatan yang digelar di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, pada Minggu, 4 Agustus 2019. Bocah gembel ini disebut juga anak bajang atau anak yang berambut gimbal.

    Ruwatan dilakukan dengan cara mencukur rambut gimbal bocah gembel yang dikemas menjadi agenda wisata dalam rangkaian Dieng Culture Festival 2019. Acara ini berlangsung di pelataran Candi Arjuna. Ribuan wisatawan sudah berkumpul dan duduk teratur sejak pagi menunggu kedatangan anak bajang yang sebelumnya diarak lebih dulu.

    Tahun ini, ada sebelas anak yang diruwat dan semuanya perempuan. Menurut kepercayaan setempat, anak yang berambut gimbal ini adalah keturunan Kyai Kolo Dete dan istrinya Nini Roro Rence.

    Seperti ritual ruwat rambut gembel sebelumnya, setiap anak memiliki permintaan khusus yang harus dipenuhi sebagai salah satu syarat ruwatan bocah gembel. Namun, permintaan anak gembel tahun ini terbilang lucu dan di luar nalar.

    Dinda Syifa Ramadhani misalnya. Bocah 4 tahun ini meminta kentut ibunya dibungkus di dalam plastik. Menurut ibu Dinda, Mursinah, putrinya sudah meminta itu sejak berusia 2 tahun. "Setiap kali ditanya apa maunya, selalu dijawab kentut ibu," kata Mursinah di Dieng.

    Perempuan itu juga menceritakan kalau Dinda kerap bertanya apakah ibunya itu kentut atau tidak. "Saya jawab, ya kentut-lah seperti orang pada umumnya," kata warga Desa Jlamprang, Kecamatan Leksono, Wonosobo, ini sambil tertawa. Selain meminta kentut ibunya dibungkus plastik, Dinda juga meminta telur puyuh, makanan kesukaannya.

    Permintaan unik lainnya disampaikan anak gembel, Hanifa Rasyida Putri. Bocah berusia 6 tahun ini meminta berlibur ke pantai. Dengan begitu, setelah rambutnya dicukur, maka orang tuanya wajib mengajak Hanifa ke pantai.

    Pemangku adat Dieng, Sumanto mengatakan, tidak ada yang bisa meminta agar anak mereka menjadi bocah gembel. Kondisi rambut gimbal juga tak terdeteksi sejak lahir. Gejala bakal menjadi anak gembel biasanya diawali dengan panas tinggi, dan setelah itu rambutnya menjadi gimbal atawa dreadlock.

    Anak gembel juga memiliki kecenderungan lebih aktif dan punya kemauan yang kuat. "Setelah diruwat akan kembali seperti anak pada umumnya. Rambutnya juga tidak gimbal lagi asalkan permintaannya terpenuhi," ucap Sumanto yang memimpin ruwat anak gembel sejak 2002.

    TERAS.ID | SATELITPOST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.