Sumatera Utara Mulai Melirik Wisata Olahraga

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta berlari sebelum berenang ketika mengikuti Rhino X Triathlon di kawasan KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, 30 September 2018. Festival Tanjung Lesung merupakan kegiatan yang masuk ke dalam kalender 100 event pariwisata nasional itu memadukan festival olahraga (sport tourism) dan atraksi budaya. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Peserta berlari sebelum berenang ketika mengikuti Rhino X Triathlon di kawasan KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, 30 September 2018. Festival Tanjung Lesung merupakan kegiatan yang masuk ke dalam kalender 100 event pariwisata nasional itu memadukan festival olahraga (sport tourism) dan atraksi budaya. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Dibanding provinsi lainnya, Sumatera Utara memang tertinggal dalam hal sport tourism dengan Sumatera Barat, yang memiliki Tour de Singkarak. Bahkan dengan Sumatera Selatang yang memiliki Kompleks Jakabaring Sport City. Apalagi Palembang baru saja sukses menggelar Motocross Grand Prix (MXGP) 2019 pada Juli lalu. 

    Untuk mengejar ketertinggalan dengan provinsi-provinsi lainnya, Dinas Priwisata Sumatera Utara menganggarkan Rp5 miliar, untuk mendukung suksesnya wisata olahraga, yang bakal digalakkan pada 2020.

    "Pemerintah provinsi Sumut sedang dan terus memperkuat sektor pariwisata. Wisata sport dinilai juga berpotensi besar untuk menjadi daya tarik wisatawan," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumut, Hidayati.

    Dana anggaran Rp5 miliar itu direncanakan antara lain untuk balap mobil, sepeda motor, dan lomba lainnya yang bersifat sport. Namun anggaran tersebut memang belum dirinci, karena sedang dalam tahap pembahasan.

    Rancana dana anggaran itu khususnya untuk mendukung perlombaan yang bersifat nasional bahkan internasional. Ia tidak merinci beberapa total anggaran pada Dinas Pariwisata Sumut pada 2020, untuk lokasi wisata sport. Pasalnya, anggaran masih dalam proses.

    Sejatinya, Sumatera bisa mendulang wisatawan olahraga dengan mudah. Salah satunya, misalnya dengan membuat lomba triatlon di Danau Toba atau mountain bike dan motocross di perbukitan Pulau Samosir. 

    Dengan anggaran tersebut, wisata olahraga ditargetkan dapat mendorong kenaikan jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara yang berkunjung ke Sumatera Utara. Menurut Hidayati dengan penetapan Danau Toba sebagai kawasan strategis pariwisata nasional, pihaknya meyakini sektor pariwisata bakal meningkatkan pendapatan Sumatera Utara.

    Promosi wisata memang sangat mudah dengan wisata olahraga internasional. Begitu digelar, jutaan mata dari seluruh dunia akan mengikuti peristiwa tersebut -- meskipun dari televisi. Sekaligus mencari tahu destinasi yang dipakai untuk perhelatan olahraga tersebut. (ANTARA) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?