Ini Dia Pantai-Pantai Berpotensi Populer di Masa Depan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laguna Gayau di Teluk Kiluan menjadi kolam renang alami di atas karang. Laguna ini pernah memakan korban saat air pasang. TEMPO/Amston Probel

    Laguna Gayau di Teluk Kiluan menjadi kolam renang alami di atas karang. Laguna ini pernah memakan korban saat air pasang. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Dengan bentang pantai 99.093 km, Indonesia memiliki garis pantai kedua terpanjang di dunia. Dengan begitu potensi perikanan dan pariwisata sangat mungkin dikembangkan.

    Kawasan Indonesia Barat dan Timur memiliki pantai-pantai yang berpotensi besar mengalahkan pesona pantai Bali. Inilah pantai-pantai yang berpotensi menjadi destinasi yang mapan.

    Teluk Kiluan, Lampung

    Di Teluk Kiluan, laut tak pernah membiarkan pagi murung sendiri. Di antara deburnya yang pelan, suatu hari Mei lalu, serombongan nelayan berputar-putar dengan perahu kayu. Yang satu memandang ke arah yang lain. Seketika satu kapal memberi tanda: menunjuk ke satu arah. 

    Yang ditunjuk adalah sejumlah lumba-lumba yang berlompatan di permukaan. Sebentar mereka muncul di satu titik, lalu yang lain jumpalitan di titik lain.

    Maka pagi adalah orkestra lumba-lumba di teluk ini. Jika hari terik, jumlahnya bisa ratusan. Mei itu, hujan turun rintik-rintik. Hanya puluhan lumba-lumba yang muncul. 

    Teluk Kiluan berjarak empat jam perjalanan dengan mobil dari Ibu Kota Bandar Lampung ke barat daya. Terletak di Kabupaten Tanggamus, Lampung, jalan darat itu terasa menyiksa karena di beberapa tempat rusak berat: ada sungai kecil tanpa jembatan atau jalan terjal menanjak. Tak disarankan menumpang sedan ke tempat ini.

    Untuk menikmati lumba-lumba, setidaknya butuh dua hari satu malam di Teluk Kiluan. Itu karena lumba-lumba hanya bisa dinikmati pagi hari. Hari kedua bisa dipakai untuk beristirahat. Teluk ini juga menyediakan spot snorkeling yang menawan, selain pantai putih yang pasirnya seperti tepung terigu. Ada pula laguna berukuran separuh kolam renang olimpik.

    Sayang, belum banyak operator yang melayani wisatawan di situ. Satu di antaranya, Kiluan Dolphin, hanya menyediakan satu penginapan dengan dua kamar. Pengunjung yang tak kebagian bilik harus menginap di tenda. 

    Pulau Sebuku, Kalimantan Selatan

    Pulau kecil di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, ini sudah tercatat sejak zaman Majapahit. Dalam Kakawin Negarakertagama, Mpu Prapanca menyebutnya "Sawaku". Pemandangan di pulau ini begitu asri: laut birunya yang teduh bersisian dengan bukit-bukit hijau menawan.

    Perjalanan menuju pulau ini membutuhkan waktu sekitar 12 jam. Lewat darat, perjalanan dimulai dari Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, hingga ke Pelabuhan Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu. Jaraknya sekitar 270 kilometer dan menghabiskan 4 jam.

    Di Pelabuhan Batulicin, tersedia feri ke Pelabuhan Tanjung Serdang, Kotabaru. Kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu bermotor menuju Sungai Bali, ibu kota Kecamatan Pulau Sebuku.

    Setiba di Pulau Sebuku, dengan bantuan kepala desa, kita bisa menginap di rumah penduduk setempat.

    Pemandangan yang disuguhkan di pantai Liang Kareta, Kabupaten Selayar, Sulsel, 28 Maret 2015. Pantai Liang Kareta adalah salah satu obyek wisata pantai yang terdapat di Desa Bontoborusu, Kepulauan Selayar. TEMPO/Iqbal Lubis

    Pantai Liang, Maluku Tengah

    Nama populer pantai ini sesuai dengan lokasinya: Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Nama lainnya Pantai Hunimua. Karena pemandangan bawah lautnya memikat, pada 1990, pantai ini didaulat Badan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) sebagai tempat terindah di Indonesia.

    Pasir putih menghampar di pantai sepanjang sekitar 1 kilometer dengan lebar 300 meter ini. Ada bulan-bulan khusus saat pantai terasa teduh dan hanya ada sedikit angin, yaitu September-November dan April-Mei. Di bulan lain, Pantai Liang cenderung keruh akibat ombak besar.

    Banyak angkutan menuju Hunimua, yang jaraknya sekitar 40 kilometer dari Bandar Udara Internasional Pattimura. Selain taksi, ada bus Trans Amboina bertarif Rp 10 ribu. Jalannya mulus sehingga waktu tempuh hanya 30 menit.

    Rawa Buaya, Jawa Barat

    Pantai Rawa Buaya atau yang dikenal sebagai Rancabuaya memiliki kontur berkarang. Pantai yang terletak di Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Garut, ini memiliki luas 10 hektare. Daerah yang telah dimanfaatkan untuk fasilitas wisata sekitar 2 hektare. Dari ketinggian, kita dapat melihat pantai dan laut lepas Samudra Hindia yang biru kehijauan dengan deburan ombak besar.

    Jarak dari Bandung sekitar 167 kilometer dan dapat ditempuh sekitar enam jam dengan kendaraan roda empat. Perjalanan menuju Rancabuaya pun melewati panorama yang menakjubkan, antara lain pegunungan, persawahan, dan perkebunan teh yang asri.

    Di sana terdapat puluhan vila dan penginapan dengan harga bervariasi. Selain itu, tempat makan dan fasilitas kesehatan mudah didapatkan.

    Teluk Hijau di Desa Sarongan, Kecamatan Pasanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur. Sabtu 1 November 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Teluk Hijau, Jawa Timur

    Masuk ke Teluk Hijau di Taman Nasional Meru Betiri, Banyuwangi, Jawa Timur, seperti terperangkap di taman firdaus. Pasir begitu putih dan halus, menjadi tempat mendarat yang nyaman untuk air sejernih kristal. Di belakang ombak yang berdebur ke pantai, laut seperti berada dalam kuali zamrud: memantulkan warna hijau terang. Ada satu karang yang duduk di pantai ini dengan pohonan kecil di atasnya. Karang-karang yang lebih tinggi memagari kiri-kanan pantai, menjadikannya teluk yang tersembunyi.

    Untuk sampai ke sana, kita bisa naik perahu nelayan (jukung), berjalan kaki melintasi hutan, atau menumpang mobil berpenggerak empat roda. Teluk ini begitu tersembunyi, sehingga tak banyak wisatawan ke sini. Agustus lalu, misalnya, hanya ada delapan wisatawan asing yang sedang mandi di airnya yang hangat.

    Meru Betiri merupakan taman nasional seluas 58 ribu hektare yang membentang di bagian selatan Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Jawa Timur. Taman nasional ini memiliki kelengkapan alam dan keanekaragaman hayati yang mengagumkan. Ada pantai-pantai indah, gunung, dan hutan. Di dalamnya terdapat hewan liar, seperti macan, banteng Jawa, beberapa jenis elang, dan rusa. Di sejumlah pantainya, penyu-penyu bertelur di malam hari.

    Kaimana, Papua Barat

    Kaimana bukan hanya keindahan langit saat matahari terbenam di bulan Agustus seperti tertuang dalam lagu Senja di Kaimana ciptaan Alfian pada 1960-an. Menyelam di Teluk Triton seperti masuk ke surga bawah laut dengan terumbu karang yang berwarna-warni. Pada Oktober-Maret, kapal-kapal liveaboard membawa para penyelam asing datang ke Kaimana.

    Teluk Triton juga suaka bagi ikan hiu di musim angin timur yang berombak besar. Mereka mencari ikan-ikan kecil yang bersembunyi di sekitar teluk yang sepia ketika senja. Lumba-lumba yang bermain dan sesekali meloncat ke atas air menjadi pemandangan saat perjalanan menuju atau keluar dari teluk ini.

    Banyak lokasi wisata lain, seperti Selat Iris, Pulau Namatote, Pulau Dramai, Pulau Adi, Pulau Nusurumi, Pulau Mauwara, Pulau Semisarom, dan Pulau Venue. Memancing dan bermain jetski paling asyik di Pulau Aiduma. Setelah berjalan menyusuri hutan sejauh tujuh kilometer, kita akan tiba di Danau Kamaka, yang airnya jernih.

    Sejumlah wisatawan berkunjung di Pantai Tanjung Tinggi, Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung, 20 Juli 2016. Salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi, menjadi magnet wisatawan selama enam tahun terakhir. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Tanjung Tinggi, Bangka Belitung 

    Kami datang ke Belitung—biasa disebut juga Belitong—bersama penulis Laskar Pelangi, Andrea Hirata. Novel yang kemudian diangkat menjadi film ini memang ber-setting tanah kelahiran Andrea. Di suatu sore yang tidak terlalu cerah, kami mengunjungi Tanjung Tinggi, pantai dengan batu-batu besar, pasir putih, dan ombak yang jinak.

    Konon, asal batu-batu itu adalah meteor—karena memang tak ada gunung berapi di dekat sana yang bisa diduga memuntahkan bebatuan dari perutnya. Yang jelas, bebatuan itu membuat pantai panjang ini tersekat-sekat, seakan-akan ada bilik-bilik kecil yang tercipta sepanjang pantai. Jika duduk di sana, kita bisa terlindung dari pandangan orang lain.

    Naik perahu sejenak, kita akan sampai di Pulau Lengkuas, tempat mercusuar tua berwarna putih berdiri. Dari pantai di depan mercusuar itu, kita bisa berenang pada saat pasang atau berjalan pada saat surut ke pulau kecil di depannya. Saat malam turun, banyak warung teh tarik di Belitung, yang masih tradisional.

    Desa Sekaroh, Nusa Tenggara Barat

    Dulu terkenal dengan nama Pantai Tangsi karena pernah dijadikan benteng tentara Jepang pada Perang Dunia II. Jejak pendudukan militer itu terlihat dari terowongan dan sisa meriam yang mengarah ke laut lepas. 

    Pantai ini belakangan berubah nama menjadi Pantai Pink, merujuk pada warna pasir yang membentang setengah kilometer. Warnanya kian mencolok, apalagi saat tersapu ombak dan matahari. 

    Warna pasir sebenarnya putih. Pink berasal dari pantulan terumbu karang. Pantai yang bersisian dengan Samudra Indonesia ini aman untuk berenang karena ombaknya tenang. Saat hari cerah, Gunung Rinjani terlihat di utara.

    Pantai Pink terletak di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Ini merupakan bagian dari Pantai Tanjung Ringgit, yang bisa dijangkau dalam waktu dua jam dengan kendaraan bermotor dari Kota Mataram.

    Tak jauh dari pantai ini, ada Pantai Temeak dan Pantai Colong. Keduanya dipisahkan bukit karang. Jika ingin mengunjungi kedua pantai itu, Anda cukup mendaki tebing-tebing batu di bukit tersebut.

    Tarif penginapan sekitar Rp 1,7 juta per malam. Itu pun baru bisa ditemui dalam jarak empat kilometer dari pantai. Jadi sebaiknya bawa tenda dan perbekalan kemping.

    Pulau Cubadak. TEMPO/Febrianti

    Cubadak, Sumatera Barat

    Pulau di Samudra Hindia ini berada di teluk sehingga angin laut lepas tak langsung menerpa. Lautnya tenang dan jernih. Karang dan ikan bisa terlihat dari atas perahu. Jika bosan berenang atau menyelam di 16 spot yang tersebar di sekitar penginapan, pengunjung bisa mendaki gunung terjal berhutan tropis di belakang cottage. Dari puncak gunung, laut dan pulau adalah surga tak tepermanai.

    Cubadak dicapai melalui Pelabuhan Corocok, 70 kilometer dari Bandar Udara Minangkabau di Padang Pariaman. Dari Corocok, kita naik kapal motor yang disediakan Luigi selama 15 menit. Menurut Luigi, atau dikenal dengan nama beken Nani, turis Indonesia mulai akrab dengan Cubadak setelah pelancong Eropa mendominasi kamar-kamarnya. Tarif per kamar Rp 1 juta per orang per malam. Harga itu sudah mencakup pemakaian alat snorkeling plus tiga kali makan menu khas Italia.

    Pantai Koka, Nusa Tenggara Timur

    Sekitar 45 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, ada Pantai Koka. Cara paling gampang mencapainya adalah dengan menyewa mobil dan menyetir dari Bandar Udara Frans Seda di Maumere.

    Dulu melalui Jalan Wolowiro menuju Pantai Koka perlu jalan kaki dua kilometer karena tak cukup untuk kendaraan. Berkat Pater Theodorus Yoseph Visser, jalur setapak itu dilebarkan dan diaspal, sehingga kendaraan roda empat bisa sampai ke bibir pantai. 

    Dilindungi perbukitan, Pantai Koka betul-betul tersembunyi dari keramaian. Di pesisirnya tak ada pedagang cendera mata, tiada warung, apalagi restoran, juga penginapan. Datanglah pada tengah pekan. Hanya Anda, pasir putih, dan air tasik yang bening.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.