Tak Hanya Penampakan Pocong, Ini Destinasi Wisata Top di Demak!

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengunjungi Masjid Agung Demak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, 14 Juni 2016. Selama Ramadan masjid peninggalan Kerajaan Islam pertama di Jawa yang dibangun oleh Wali Songo pada masa sultan pertama, Raden Patah, atau pada sekitar 1478. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Warga mengunjungi Masjid Agung Demak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, 14 Juni 2016. Selama Ramadan masjid peninggalan Kerajaan Islam pertama di Jawa yang dibangun oleh Wali Songo pada masa sultan pertama, Raden Patah, atau pada sekitar 1478. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Akun Tarbis Wibowo di Instagram @ARTBIZ360 mendadak viral. Pasalnya, usai mengambil foto 360 derajat di kampung halamannya Kedungwaru Kidul, Demak, ditangkap Google Maps dan ditandai sebagai lokasi penampakan pocong. Karuan saja postingan itu jadi viral di media sosial. 

    Namun Demak, bukan hanya Kedungwaru Kidul yang sensasional itu. Kota kecil di pesisir pantai utara Jawa itu, merupakan kota bersejarah. Tempat para Wali Songo membesarkan Kesultanan Demak pada abad 15, sekaligus kerajaan Islam pertama di Jawa. Demak menjadi pusat penyebaran saat itu. Peninggalan Kesultanan Demak kini menjadi destinasi wisata religi dan sejarah.

    Wisata bisa dimulai dari Masjid Demak, yang dibangun oleh Raden Fatah salah satu Pangeran Majapahit yang meninggalkan Majapahit. Murid dan sekaligus keponakan Sunan Ampel itu mendirikan Kadipaten Demak beserta para wali, untuk menyebarkan Islam.

    Pembangunan Masjid Agung Demak seluruhnya menggunakan konstruksi kayu jati. Konon bangunan ini selesai hanya dalam sehari. Mengagumi bangunan dengan konstruksi kayu, tak lengkap bila belum mengunjungi Museum Masjid Agung Demak.

    Sejumlah wisatawan mengunjungi Gua Kreo, di Desa Kandri, Gunungpati, Semarang, 24 Desember 2017. Selain sebagai wisata alam, gua dengan kedalaman 25 meter merupakan objek wisata sejarah yang dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. ANTARA

    Museum itu masih berada di dalam kompleks Masjid Agung Demak atau masih di dalam lingkungan alun-alun kota Demak. Museum ini hanya berukuran 8 m2 namun, memiliki koleksi sejarah mengenai penyebaran Islam di Demak.

    Di Demak terdapat juga makam Sunan Kalijo, seorang wali sekaligus penggubah wayang purwo yang mengadaptasi lakon-lakon Mahabarata dan Ramayana. Sunan Kalijaga seorang bangsawan Gresik itu, mampu menerjemahkan Islam dan membumikannya dalam keseharian masyarakat Jawa. Sunan Kalijaga termasuk salah satu dari Sembilan wali yang mendukung Kesultanan Demak.

    Lokasi Demak yang berada di pesisir pantai utara, memungkinkan pengembangan wisata berbasis pantai. Salah satunya wisata hutan mangrove atau hutan bakau. Lokasinya berada di Desa Sayung, Bedono, Demak.

    Ribuan hektar pohon bakau dan ratusan macam jenis burung hidup di kawasan tersebut. Dahulu, kawasan tersebut sangat rentan abrasi. Keberadaan hutan bakau itu menjadi tanggul alami sekaligus tempat berkembang biak berbagai ikan dan hewan-hewan lain. Di kawasan taman mangrove ini terdapat sebuah makam apung Syekh Mudzakir, seorang ulama dan pejuang kemerdekaan dari Demak.

    Sementara di pantai terdapat hutan bakau nan asri, di Desa Kebonbatur, Mranggen terdapat tiruan Grand Canyon mini layaknya di Amerika Serikat. Bedanya, bila Grand Canyon ngarai bertebing-tebing hasil kerja alam, Brown Canyon Demak merupakan bekas lahan penambangan batu padas.

    Destinasi wisata lainnya adalah Desa Wisata Tlogoweru. Sebagaimana desa umumnya, sawah hijau nan subur menjadi pemandangan utama. Namun, istimewanya, desa ini memiliki 200 burung hantu.

    Burung-burung tersebut ditangkarkan untuk memburu tikus, hama tanaman padi. Memang, pemeliharaan burung hantu itu bermula karena masyarakat desa itu sebal dengan tikus-tikus yang merusak tanaman padi mereka. 

    Sebagai penutup liburan ke Demak, mampirlah ke sentra batik Demak. Batik Demak masih menganut genre batik pesisir, yang didominasi warna-warna cerah. Tak sulit mendapatkannya, pasalnya banyak sentra batik Demak, antara lain di Desa Wedung, Desa Karangmlati, Desa Wedung, Dempet, Bonang, Kauman, Kelurahan Mangunjiwan, Kelurahan Bintoro dan Kelurahan Kadilangu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.