Tabanan Light Festival, Pria Bali Sulap Kebun Jadi Objek Wisata

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampak depan acara Tabanan Light Festival di Desa Gubug, Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu 27 Juli 2019. Tabanan Light Festival adalah festival lampu yang digelar di kebun belakang rumah seorang warga Tabanan, Bali. TEMPO | Made Argawa

    Tampak depan acara Tabanan Light Festival di Desa Gubug, Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu 27 Juli 2019. Tabanan Light Festival adalah festival lampu yang digelar di kebun belakang rumah seorang warga Tabanan, Bali. TEMPO | Made Argawa

    TEMPO.CO, Tabanan - Seorang pria di Bali memanfaatkan lahan kebun di belakang rumah menjadi objek wisata menarik. Pria itu bernama I Gusti Putu Susila, 50 tahun, warga Desa Gubung, Kabupaten Tabanan, Bali.

    Putu Susila menyulap kebun di belakang rumah seluas 12 are menjadi objek wisata malam dengan gemerlap lampu. Namanya Tabanan Light Festival. "Dibuka pada 20 Juli 2019 dan berlangsung hingga 17 Agustus 2019," kata Putu Susila, Sabtu, 27 Juli 2019.

    Ada 15 jenis instalasi lampu yang dipasang. Jika dibentangkan, panjang instalasi lampu di sana mencapai 20 kilometer. Acara Tabanan Light Festival merupakan pengembangan objek wisata yang sebelumnya berlokasi di tempat yang sama, yakni Taman Tanah Pegat.

    Salah satu instalasi lampu di acara Tabanan Light Festival di Desa Gubung, Kabupaten Tabanan, Bali, 27 Juli 2019. Sebanyak 15 jenis lampu hias dengan total panjang mencapai 20 kilometer terpasang di acara ini. TEMPO | Made Argawa

    Selain bisa melihat keindahan instalasi lampu, pengunjung Tabanan Light Festival dapat menikmati juga diisi acara musik dari band lokal. Objek wisata ini buka pukul 14.00 sampai 22.00 WITA dengan tiket Rp 15 ribu untuk orang dewasa pada hari biasa, dan di hari libur Rp 20 ribu per orang. "Anak di bawah 3 tahun masuk gratis," kata Putu Susila. Pengelola Tabanan Light Festival menargetkan kunjungan hingga 15 ribu orang dalam waktu hampir sebulan.

    Dekorasi yang menarik dan lampu hias yang indah menjadi pemikat bagi pengunjung Tabanan Light Festival untuk berswafoto. Seorang pengunjung, Ni Putu Lina Laksmi Dewi, 15 tahun mengatakan sengaja datang ke sana bersama saudaranya untuk menikmati suasana malam. "Kami berfoto di lampu hias sekaligus mengisi libur Hari Raya Galungan," katanya.

    Suasana taman lampu di Tabanan Light Festival, Sabtu 27 Juli 2019. Pengelola menargetkan kunjungan hingga 15 ribu orang dari tanggal 20 Juli hingga 17 Agustus 2019. TEMPO | Made Argawa

    Pengunjung lainnya, Yeni Irawati, 36 tahun mengatakan langsung tertarik untuk datang ketika membaca pengumuman acara Tabanan Light Festival yang terpasang di sejumlah ruas jalan di Bali. "Acaranya bagus dan saya suka lampionnya," ucap dia.

    Jika ingin mampir ke Tabanan Light Festival, butuh waktu sekitar 45 menit dari Kota Denpasar melalui rute Denpasar - Gilimanuk. Jadi, siapkan pose terbaik lalu jepret-jepret!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.