Begini Strategi Angkasa Pura II Tumbuhkan Pariwisata Nasional

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang turun dari pesawat di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 20 Desember 2018. PT Angkasa Pura II memperkirakan terjadi lonjakan penumpang pesawat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2019 mencapai 7,6 juta penumpang, atau naik 10,5 persen. ANTARA

    Sejumlah penumpang turun dari pesawat di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 20 Desember 2018. PT Angkasa Pura II memperkirakan terjadi lonjakan penumpang pesawat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2019 mencapai 7,6 juta penumpang, atau naik 10,5 persen. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Pusat dan Daerah mendukung inisiatif PT Angkasa Pura II (Persero) untuk mengimplementasikan konsep general aviation, sebagai daya tarik baru pariwisata Indonesia.

    Konsep ini memperbolehkan segala jenis pesawat, di luar pesawat militer dan pesawat sipil reguler (maskapai) menerbangi seluruh wilayah Indonesia. Termasuk pesawat carter, kargo, hingga glider sekalipun. Dengan demikian, seluruh bandara di Indonesia tersentuh dengan general aviation.
     
    Gagasan tersebut disambut baik oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ia menyebut kelemahan Indonesia dalam menarik wisatawan asing hanya dari sisi akses. Sementara untuk atraksi budaya dan amenitas perhotelan semuanya sudah memadai.
     
    “Wisatawan asing mau datang ke Indonesia itu 70% menggunakan angkutan udara, jadi harus diakui bahwa kami memiliki keterbatasan akses untuk menjangkau destinasi wisata yang sulit dijangkau dengan moda darat atau laut,” kata Arief Yahya.
     
    Padahal dari sisi kapasitas bandara yang dikelola perusahaan negara seperti Angkasa Pura (AP) II, masih ada excess capacity slot penerbangan, yang bisa dimanfaatkan oleh bandara-bandara yang memiliki destinasi wisata yang indah seperti Banyuwangi.
    Pekerja agen penyalur minyak solar (APMS) memindahkan BBM jenis premium dari kapal air tractor ke dalam drum penyimpanan di Bandara Yuvai Semaring, Desa Long Bawan, Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa 13 November 2018. Krayan merupakan Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.
     
    “Perusahaan-perusahaan yang tumbuh besar sekarang ini adalah yang mampu mengkapitalisasi excess capacity yang dimilikinya dengan konsep sharing economy. Oleh karena itu saya mendukung upaya AP II untuk menjadi pionir pengelolaan bandara untuk general aviation,” tegasnya.
     
    Senada dengan Arief Yahya, Bupati Azwar Anas juga mengaku tertarik dengan konsep general aviation yang dicetuskan AP II. Menurut Azwar, pengelolaan Bandara Internasional Banyuwangi oleh AP II secara profesional telah membantu daerah yang dipimpinnya, menjadi lebih mudah untuk dikunjungi wisatawan lokal maupun asing.
     
    “General Aviation ini sesuatu yang baru bagi Pemda. Karena Banyuwangi diapit oleh tiga taman nasional yang sangat indah jika dilihat dari atas oleh wisatawan,” kata Azwar Anas.
     
    Ide Awal dan Kesiapan AP II
     
    Sementara itu, President Director AP II Muhammad Awaluddin, mengapresiasi dukungan dari para pejabat Pemerintah Pusat dan Daerah untuk mengembangkan general aviation di Indonesia. Menurut Awaluddin, ide awal pengembangan konsep tersebut adalah agar perusahaan yang dipimpinnya bisa membantu pemerintah menumbuhkan industri pariwisata nasional.
     
    “Presiden Jokowi sendiri telah mencanangkan industri pariwisata sebagai core economy baru negara ini, dengan bantuan dari sektor lain. Untuk itu kami ingin menjadikan Bandara Banyuwangi sebagi proyek percontohan general aviation," ujar Muhammad Awaluddin.
     
    Director of Engineering & Operation AP II Djoko Murjatmodjo menambahkan, perusahaannya sangat siap menjadikan general aviatoon sebagai daya tarik baru wisatawan.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.