Selasa, 17 September 2019

Inilah 5 Destinasi Wisata Baru Bekas Tambang Timah

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan berkunjung di Danau Bendung, Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, 22 Juli 2016. Danau yang terbentuk akibat bekas galian tambang timah menjadi salah satu tujuan wisata setempat dengan fasilitas rumah makan keluarga di sekelilingnya. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah wisatawan berkunjung di Danau Bendung, Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, 22 Juli 2016. Danau yang terbentuk akibat bekas galian tambang timah menjadi salah satu tujuan wisata setempat dengan fasilitas rumah makan keluarga di sekelilingnya. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Pangkalpinang - Pemulihan lingkungan pascatambang atau reklamasi yang dilakukan PT Timah di lima wilayah, berbuah manis. Bekas-bekas galian tambang itu, kini menjadi destinasi wisata baru di Bangka Belitung. Destinasi tersebut mulai dari agro wisata, holtikultura, danau biru hingga kampung reklamasi.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PT Timah TBK Anggi Siahaan mengatakan lima destinasi wisata hasil reklamasi PT Timah, merupakan program reklamasi bermanfaat dan produktif. Hal tersebut dijalankan PT Timah sebagai komitmen perusahaan dalam mengembalikan lahan yang sudah digarap.

    "Destinasi baru itu adalah Reklamasi Dusun Air Kuning Desa Bencah Kabupaten Bangka Selatan, Reklamasi Air Jangkang Desa Riding Panjang Kabupaten Bangka, reklamasi Air Nyatoh di Belinyu Kabupaten Bangka, Reklamasi Sehati Bukit Kijang Desa Namang Bangka Tengah, Pantai Mangkalok di Sungailiat Kabupaten Bangka dan Reklamasi Selinsing di Kabupaten Belitung Timur," ujar Anggi kepada wartawan, Kamis, 25 Juli 2019.

    Anggi menuturkan reklamasi di Dusun Air Kuning dengan luas 49,8 hektare merupakan kerja sama PT Timah dengan dengan Polda Kepulauan Bangka Belitung, sebagai kelanjutan dari project pilot program Bhabinkamtibmas Go Green.

    "Di kawasan itu perusahaan juga sudah membangun fasilitas umum seluas 10 hektare, pemberian bibit tanaman, dan bibit ikan," ujar Anggi.

    PT Timah, kata Anggi, saat ini sedang fokus menggarap Kampung Reklamasi Air Jangkang seluas 32 hektar untuk pertanian, yang langsung dikelola oleh masyarakat di sekitarnya. Meski belum sepenuhnya selesai, kata dia, kampung Rreklamasi Air Jangkang suda mulai dilirik masyarakat sebagai destinasi baru untuk mengisi hari libur.

    "Konsep agrowisata yang ditawarkan mampu menarik perhatian wisatawan lokal. Dengan waktu tempuh 30 menit dari pusat kota Pangkalpinang, pengunjung sudah bisa menikmati tanaman buah dan sayur yang tertata rapi, bermain ATV atau sekadar berswafoto dengan spot menarik," kata Anggi

    Menurut Anggi, kampung reklamasi Air Jangkang akan dikembangkan sebagai wajah dan semangat PT Timah, dalam melaksanakan pertambangan berbasis Good Mining Practice, "Tempat ini juga cocok untuk mengedukasi anak-anak agar dapat mengenal jenis-jenis tanaman dan hewan," ujarnya.

    Sedangkan untuk reklamasi Air Nyatoh, kata Anggi, Danau Biru eks galian timah yang sudah digarap sejak 2000 lalu, menjadi destinasi wisata alam seluas 15,8 hektar.

    "Sekarang di wilayah itu telah masuk ke tahap pengelolaan lanjutan dan penanaman hortikultural. Sama dengan area reklamasi di Sehati Bukit Kijang," imbuh Anggi.

    Anggi menjelaskan upaya reklamasi  juga dilakukan di wilayah Pantai Mangkalok, Sungailiat. Meski sempat ditambang kembali oleh penambang liar, kawasan tersebut sudah kembali indah.

    "Setelah kami reklamasi kembali, kini Pantai Mangkalok ditumbuhi cemara laut yang berbaris di sepanjang pantai. Terdapat juga tempat duduk permanen yang sengaja dibuat untuk pengunjung,’’ ujar dia.

    Anggi menambahkan PT Timah juga menyulap lahan 6,5 hektar di Selinsing Belitung Timur menjadi komoditas bernilai tambah, "Cabai menjadi komoditas andalan dengan luas areal tanam 1 hektare, diikuti tanaman kopi serta tumbuhan lainnya," kata Anggi.

    Aktivitas penanaman di areal tersebut merupakan bentuk inovasi yang digagas Badan Usaha Milik Desa Mitra Jaya Selingsing bekerja sama dengan Pemerintah Desa Selingsing.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.