Summer Camp, Wisata Sambil Belajar Bahasa Mandarin di Taiwan

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Belajar bahasa mandarin. TEMPO/Arif Fadillah

    Belajar bahasa mandarin. TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Jakarta - Taiwan memperkenalkan wisata edukasi, berupa paket liburan kursus bahasa Mandarin. Adapun program wisata pendidikan tersebut dinamai Summer Camp, yang umumnya pesertanya anak-anak jenjang sekolah menengah pertama.

    "Summer Camp, kalau anak-anak lagi liburan ke Taiwan bisa dimanfaatkan untuk belajar bahasa Mandarin. Tahun ini, biayanya sekitar hampir tiga pekan, Rp15 juta sudah semuanya," kata Pimpinan Eksekutif Pusat Pendidikan Taiwan Indonesia Willy Yanto Wijaya.

    Perkemahan musim panas biasanya diselengarakan oleh sekolah menengah dan perguruan tinggi di Taiwan. Umumnya bisa dua pekan, atau sampai kurun satu bulan.

    Wisatawan bersantai di Pulau Sanxiantai di Taitung, Taiwan. Di Taiwan musim panas merupakan hari libur siswa dan mahasiswa. TEMPO | Nur Alfiyah

    Willy menjelaskan saat ini kemampuan berbicara bahasa Mandarin semakin diminati dalam urusan karier. "Kalau mencari pekerjaan akan lebih mudah, karena memang penutur bahasa Mandarin itu terbatas," ujarnya.

    Ia juga menceritakan tentang para pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi di Taiwan. Willy mengatakan bahwa untuk biaya asrama dalam kampus, bila mengisi satu kamar untuk empat orang, harga per bulannya cukup terjangkau, "Rata-rata Rp800 ribu sampai Rp1,2 juta," katanya.

    Menurut dia, jumlah tersebut cenderung murah, karena tidak mengeluarkan biaya lagi untuk transportasi umum. "Biaya makan untuk satu hari, Rp. 100 ribu, jadi kalau satu bulan Rp. 3 juta," tuturnya.

    Willy mengatakan tak perlu pula khawatir bila pelajar Indonesia masih terbatas kemampuan bahasa Mandarin, tapi ingin menempuh pendidikan tinggi di Taiwan. "Bisa menggunakan bahasa Inggris, karena pengajar mereka saat menempuh pendidikan S2 atau S3 di Amerika Serikat," katanya.

    Ihwal visa ada dua hal yang membedakan. Ia menjelaskan ada visa untuk enam bulan tinggal, namun khusus untuk belajar Mandarin saja. "Ada yang resmi untuk masuk ke perguruan tinggi, itu berbeda, bisa ambil di sini Indonesia, dapat satu tahun bisa diperpanjang sampai tamat," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.