Travel Blogger, Dari Hobi Menghasilkan Duit

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raquel Martinez, model dan travel blogger dari Panama belajar membatik saat berkunjung ke Indonesia. Program kunjungan ketiga selebgram tersebut dibuat padat namun sekomprehensif mungkin untuk mempromosikan daya tarik wisata alam, wisata budaya, wisata belanja dan wisata kuliner di Indonesia. twitter.com

    Raquel Martinez, model dan travel blogger dari Panama belajar membatik saat berkunjung ke Indonesia. Program kunjungan ketiga selebgram tersebut dibuat padat namun sekomprehensif mungkin untuk mempromosikan daya tarik wisata alam, wisata budaya, wisata belanja dan wisata kuliner di Indonesia. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bepergian bisa menghabiskan duit, jadi butuh perencanaan yang tepat, agar bisa berleha-leha tanpa membahayakan isi rekening. 

    Tapi, justru saat ini pelesiran bisa menghasilan uang yang lumayan. Misalnya, dengan aktif menggunakan akun Instagram untuk berbagi cerita saat melancong. Travel Blogger Kenny Santana atau dikenal @kartupos berbagi cerita saat tentang pengalamannya mendapatkan keuntungan ekonomi dari aktivitasnya sebagai pelancong.

    "Dari pengalaman traveling aku bikin paket trip (perjalanan) juga untuk orang lain," kata Kenny.

    Dari hobi pelesiran kemudian membagikan ceritanya di media sosial, Kenny pun menjadi konsultan perjalanan. "Aku bisa bikin trip untuk yang tur atau privat. Dan, itu aku juga bukan travel agent (agen perjalanan)," ujarnya.

    Menjadi travel blogger bukan hanya soal membuang uang, tapi menghasilkan uang dari perjalanan. TEMPO/Kenny Santana dok.@kartupos

    Namun, tidak semata hal itu terwujud dengan mudah. Kenny menceritakan, mulanya pada 2012, ia sering membagi cerita perjalanannya melalui akun Twitter @kartupos. Ia membagikan tak cuma bepergian tempat wisata saja, tapi juga kebiasaannya menonton konser.

    "Tahun 2012 belum banyak online traveller atau online shop (toko online) seperti sekarang," tuturnya. Ia menambahkan bahwa saat itu, ia juga belum mempunyai akun Instagram, dan situs web pribadi.

    "Tapi (waktu itu) kok ada lima orang yang mau beli paket (perjalanan) aku," katanya. Sempat juga, waktu itu ia diajak untuk bertemu langsung. "Mereka mau ketemu, oh aku ada loh fisiknya."

    Walhasil, dari berbagi pengalaman melancong, serta hobi membuat paket perjalanan untuk dirinya sendiri dan kerabat, kemudian terus berkembang. "Mengaturnya (paket perjalanan) juga sekarang bermanfaat, duit yang didapatkan lumayan," katanya.

    Akhirnya, sebagian besar pendapatan ekonomi dari aktivitasnya sebagai konsultan perjalanan. Lalu, sebagiannya lagi, ia menjelaskan dari aktivitas dirinya sebagai instagramer dan blogger.

    "Penghasilan itu karena biasanya membangun diri sendiri di Instagram sebagai brand (merek), akhirnya dapat followers (pengikut)," ujarnya. Kemudian, yang mengikuti akunnya juga dari berbagai perusahaan.

    "Ada maskapai, tourism board, produk baju, bank, itu mereka pasang iklan sebagai endorser (penyokong) instagramer itu," tuturnya. Dari hal itu Kenny mendapatkan pemasukan ekonomi.

    Kadang, Kenny menganggap kegiatan itu bukan pekerjaan. Namun uang yang didapat diakuinya cukup besar. "Tapi membangun supaya dipercaya tidak instan. Saya memulai pekerjaan ini sebelum menjadi impian banyak orang," katanya.

    Travel Blogger Kadek Arini menambahkan sebuah merek tertentu juga mempertimbangkan target pasar. Maka tidak sekadar ketenaran seorang blogger. "Kenapa memilih blogger ini, karena dianggap mampu untuk influence (mempengaruhi) target market (pasar)," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.