Menikmati Kopi Robusta Nganjuk di Jogja

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan secangkir kopi robusta di Kedai Kopi Asiang Pontianak, Minggu, 4 November 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Penampakan secangkir kopi robusta di Kedai Kopi Asiang Pontianak, Minggu, 4 November 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Tak seperti kedai-kedai kopi lain di Jogja yang menawarkan kopi dari Jawa Tengah atau Yogyakarta, kedai kopi Srawung Ngopi malah menawarkan kopi dari Nganjuk, Jawa Timur.

    Berlokasi di Jalan Prawirotaman 3 Yogyakarta, Srawung menawarkan kopi robusta yang diseduh dengan takaran gula dan kopi yang pas. Rasa menjadi sempurna karena biji kopi diperlakukan secara khusus.

    “Biji kopi disangrai dengan wajan tanah liat, rasa kopi lebih nikmat,” kata Haji Agus Nizar, pemilik kedai Srawung Ngopi, Sabtu, 20 Juli 2019. Srawung Ngopi memang menonjolkan cita rasa kopi Nganjuk, yang menjadi salah satu signature kopi robusta nusantara. 

    Sesuai namanya, Srawung, yang dalam kosakata bahasa Jawa berarti bergaul, bersilaturahmi atau berinteraksi dengan sesama pun, termasuk dengan orang yang belum dikenal sekalipun. Srawung juga berarti menonjolkan keakraban antarsesama. Di sinilah tempat nyaman untuk bergaul.

    Ngopi Srawung kedai kopi yang berbangga dengan cita rasa kopi robusta Nganjuk. Uniknya, kopi ini dihidangkan di Jogja, destinasi wisatawan dunia. TEMPO/Muh Syaifullah

    “Srawung Ngopi ini bisa menjadi tempat bersilaturahmi dengan penuh keakraban dan santai. Srawung Ngopi yang tempatnya luas dan terbuka,” kata dia.

    Srawung Ngopi berada di halaman belakang Hotel Sunarko. Jadi, fungsinya pelengkap fasilitas hotel yang berada di Prawirotaman. Lokasinya di kampung bule membuat kopi ini tenar di kalangan wisatawan mancanegara sekalipun. 

    Haji Agus Nizar mengatakan, kopi asal Nganjuk sudah terkenal di Indonesia. Salah satu penghasil kopi Nganjuk di daerah Sawahan dan Warujayeng. Untuk mencukupi kedai kopinya, ia mengambil langsung dari petani kopi di Nganjuk, "Untuk mengawali saya ambil 30 kilogram biji kopi dari petani," kata Nizar.

    Biji kopi yang dibelinya itu digiling dan disangrai sendiri untuk menghasilkan kopi Nganjuk yang khas, “Penikmat kopi pasti bisa merasakan perbedaan rasanya," kata dia.

    Di Srawung Ngopi, Haji Nizar langsung turun tangan jadi barista. Dia merupakan penikmat kopi yang sudah paham betul cara menyajikan kopi yang mantap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.