Tips Berwisata Aman ke Iran

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masjid Nasir Al Mulk memiliki lukisan kaca dan kerajinan patri kaca yang memukau. Foto: irantraveller.org

    Masjid Nasir Al Mulk memiliki lukisan kaca dan kerajinan patri kaca yang memukau. Foto: irantraveller.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Iran sedang gencar mempromosikan pariwisatanya. Negeri itu memiliki ribuan situs purbakala peninggalan imperium Persia. Meskipun sedang tegang dengan Amerika Serikat dan Inggris, negeri itu sangat menyenangkan bagi wisatawan.

    Selain itu, Iran memiliki situs-situs dalam perlindungan UNESCO, yang memiliki sejarah dan peradaban tinggi. Lalu bagaimana bepergian ke Iran? Seperti dinukil dari situs Borders of Adventure, untuk mendapatkan visa, memang agak sulit, terutama bagi negara yang tak memiliki hubungan diplomatik.

    Kabar baiknya, Iran memiliki hubungan diplomatik dengan 180 negara kecuali Afghanistan, Bangladesh, Kanada, Kolombia, India, Irak, Yordania, Pakistan, Somalia, AS, dan Inggris. Para wisatawan diperbolehkan pelesiran hingga 30 hari sejak kedatangan mereka. 

    Biasanya, di imigrasi Anda akan ditanya beberapa hal ini: soal akomodasi yang terkonfirmasi, bukti tiket pulang, asuransi perjalanan, orang yang Anda temui, dan semua proses itu memakan waktu 30 menit. Serta parpor yang masih berlaku minimal enam bulan ke depan. 

    Untuk wisatawan wanita diharuskan mengenakan jilbab selama di Iran – bahkan foto untuk visa juga harus mengenakan jilbab. Untuk bepergian jauh, sebaiknya menggunakan dua pemandu. Untuk pemandu bersertifikasi, salah satunya Come2Persia.

    Bepergian sendirian ke pelosok Iran dijamin aman-aman saja. Persoalannya, tak semua kota kecil memiliki penginapan. Selain itu, kartu kredit dan debit sulit dipakai, terutama bila Anda pendatang. Maka, menyediakan uang tunai merupakan pilihan yang terbaik.

    Di Iran, banyak batasan bagi wanita, bila ingin bepergian sendirian. Kota-kota di Iran juga melarang mempertontonkan kemesraan di muka umum. Wanita sangat rentan bila bepergian sendirian di Iran. Aturan kian ketat bila Anda mendatangi kota-kota konservatif, seperti Yazd, Kashan dan Qom.

    Lalu kapan Waktu Terbaik untuk Mengunjungi Iran? Iran adalah negara empat musim, yang berarti di berbagai sudut negara Anda dapat mengalami berbagai iklim secara bersamaan. Agar tak terhambat cuaca, datanglah pada Maret hingga Mei atau awal September hingga akhir November.

    Soal ponsel, jangan khawatir. Iran memiliki sambungan telepon 4G terbaik bagi wisatawan. Pilihannya adalah kartu prabayar, yang memungkinkan Anda terus terkoneksi dengan internet.

    Bagaimana dengan makanan? Iran memiliki beragam sayuran segar, namun bagi vegetarian sangat sulit mendapatkan hidangan dalam bentuk olahan semisal kebab, pizza, dan burger.

    Moda transportasi umum cukup banyak pilihannya. Dari penyewaan mobil, taksi, bis umum, bahkan kereta api. Nah, bagi mereka yang suka petualangan, Iran menawarkan pengalaman yang tak sama dengan negara Timur Tengah lainnya. Berani mencoba?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.