Fitur Baru Traveloka, Kian Mudahkan Pelesiran Multikota

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bersama Traveloka, kini masyarakat bisa mendapatkan kelancaran dalam penerbangan hanya bermodal aplikasi ponsel. (Foto: Shutterstock)

    Bersama Traveloka, kini masyarakat bisa mendapatkan kelancaran dalam penerbangan hanya bermodal aplikasi ponsel. (Foto: Shutterstock)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan jasa perjalanan dan gaya hidup Traveloka memperkenalkan fitur penerbangan multikota. Fitur tersebut memungkinkan pelancong melakukan pemesanan tiket penerbangan ke beberapa tempat sekaligus dalam satu kali transaksi. 

    "Kalau (pelancong) suka bertualang, mungkin tidak mau satu kali perjalanan," kata Manajer Senior Produk Penerbangan Traveloka Christian Adi Nugroho saat jumpa media di Hotel Fairmont Jakarta, Kamis, (18/7).

    Christian mencontohkan, misalnya perjalanan dari Amerika Serikat, namun enggan untuk langsung kembali ke Indonesia. Maka, pelancong bisa memilih untuk lawatan ke beberapa kota di negara-negara Asia Tenggara.

    "Bisa eksplorasi banyak kota, negara, dalam rangkaian perjalanan. Ini bisa dilakukan dalam satu kali pencarian dan pemesanan, akan lebih sederhana daripada terpisah-pisah," ujarnya. 

    Fitur penerbangan multi-kota Traveloka ini, membuat pengguna bisa melakukan pembelian hingga lima penerbangan dalam satu transaksi. Rutenya ke berbagai pilihan tujuan domestik dan mancanegara, semisal Jepang, Korea Selatan, Australia, Tiongkok, Eropa, dan Amerika Serikat.

    Pimpinan Eksekutif Transport Traveloka Caesar Indra mengatakan fitur penerbangan multi-kota tak melulu untuk kebutuhan pelesiran. "Tapi juga untuk business traveler (pelancong bisnis) dengan keperluan meeting (pertemuan) di kota-kota lain dengan mudah," katanya. "Kami menargetkan (fitur penerbangan multi-kota) untuk international traveler (pelancong mancanegara)," imbuhnya.

    Tentu dengan fitur baru ini, memudahkan perjalanan ke beberapa kota sekaligus, tanpa harus membuka-buka jendela baru komputer atau ponsel Anda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.