Wisata ke Peristirahatan 3 Dewa di Taiwan, Lewati Jembatan Meliuk

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Objek wisata Pulau Sanxiantai di Taitung, Taiwan. TEMPO | Nur Alfiyah

    Objek wisata Pulau Sanxiantai di Taitung, Taiwan. TEMPO | Nur Alfiyah

    TEMPO.CO, Taitung, Taiwan - Di Taiwan, ada salah satu destinasi wisata yang lekat dengan kepercayaan masyarakat di sana tentang para dewa yang melakukan perjalanan melewati lautan. Pemandu wisata Chang Wei Lin menceritakan pada suatu masa, ada delapan dewa yang mengarungi lautan dengan menggunakan kesaktian mereka.

    Baca: Wisata Taiwan, Ada Air yang Mengalir ke Atas

    Ketika sampai di satu titik, tiga dari delapan dewa tadi memutuskan berhenti. Ketiga dewa yang bernama Lyu-Dongbin, Li-Tieguai, dan He-Xiangu, itu kemudian beristirahat sejenak di atas tiga buah batu di tepi pantai. Sementara lima dewa lainnya melanjutkan perjalanan.

    Kini wisatawan masih bisa melihat tiga batu karang besar seperti bukit menonjol di seberang pulau. Di sanalah tiga dewa tadi beristirahat. "Karena itu, pulau ini diberi nama Sanxiantai yang artinya tempat tiga dewa-dewi," kata Chang Wei Lin kepada Tempo dan rombongan yang berwisata ke Taiwan pada Rabu, 3 Juli 2019.

    Tiga batu karang besar di seberang pulau itu dipercaya sebagai bekas tapak kaki tiga dewa yang beristirahat tadi. "Suku Aborigin meyakini tiga batu tersebut adalah tempat berdiamnya dewa pelindung mereka," ujar Chang.

    Objek wisata Pulau Sanxiantai di Taitung, Taiwan. TEMPO | Nur Alfiyah

    Pulau Sanxiantai terletak di utara Kotapraja Chenggong, Kabupaten Taitung, Taiwan. Papan informasi di sana menyebutkan pulau karang kecil di Samudra Pasifik itu terbentuk karena erosi ombak. Mulanya Sanxiantai adalah tanjung alias daratan yang menjorok ke laut dan terhubung dengan Pulau Taiwan. Karena diterjang ombak, tanjung itu lambat laun terpisah dari pulau besar.

    Pemerintah Taiwan kemudian membangun jembatan dengan delapan lengkungan untuk menyeberang ke pulau dengan keliling sekitar 2,12 kilometer tersebut. Bentuknya dirancang memiiki delapan gelombang, seperti jumlah dewa yang menyeberangi lautan. Juga dibuat jalan setapak untuk mengelilingi pulau kecil tersebut yang bisa dihabiskan dalam waktu sekitar 1,5 jam.

    Baca juga: 
    Wisata ke Pantai Gugusan Batu di Taiwan, Ada yang Berbentuk Tofu

    Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata di Taitung yang banyak dikunjungi wisawatan. Selain menikmati pemandangan dan berfoto dengan latar tempat peristirahatan tiga dewa dan jembatan tadi, wisatawan bisa bermain di pantai. Atau sekadar duduk-duduk di atas batu kecil yang menyelimuti pantai.

    Menurut Chang, Pulau Sanxiantai bagus dikunjungi pagi hari, saat matahari terbit. Waktu terbaik datang ke sini saat musim gugur, sekitar September sampai November. Biasanya angin tak bertiup kencang, suhunya pun adem. "Tempat ini jadi lokasi favorit untuk foto preweding," kata Chang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.