Tips Wisata Kuliner Halal dari Donita: Tak Cukup Label No Pork

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebriti Donita saat mencoba pengecekan QR Code sertifikasi halal di Shaburi & Kintan Buffet di Pacific Place, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO | Bram Setiawan

    Selebriti Donita saat mencoba pengecekan QR Code sertifikasi halal di Shaburi & Kintan Buffet di Pacific Place, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO | Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebriti Donita berbagi tips memilih makanan halal saat wisata kuliner. "Soal makan, bukan cuma kenyang dan enak," kata Donita di restoran Shaburi and Kintan Buffet Pacific Place, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019.

    Baca: Tips Mengajak Anak Liburan Akhir Tahun ala Donita

    Ketika memilih kuliner halal, Donita memperhatikan kebersihan tempat dan alat memasak, kualitas makanan, sampai bahan serta bumbu pembuatnya. "Keterangan no pork atau tidak mengandung babi itu belum cukup untuk menunjukkan apakah makanan ini halal atau tidak," ucap Donita.

    Sebagai pecinta makanan Jepang, Donita mengingatkan kalau kuliner dari Negeri Sakura ini kerap menggunakan bumbu masak berbahan alkohol. "Kita tahu masakan Jepang itu rata-rata dimasak menggunakan alkohol. Nah, mirin (bumbu penyedap khas Jepang) itu mengandung alkohol," tuturnya.

    Sebab itu, ketika hendak menyantap makanan Jepang, seperti shabu-shabu, yakiniku, dan teriyaki, Donita begitu selektif memilih restorannya. Misalnya ketika sedang jalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan, Donita mencari tahu ulasan dari orang-orang yang pernah makan di restoran halal di tempat tersebut.

    Baca juga: 
    Donita Banyak Baca Buku untuk Memperkaya Ilmu Pengasuhan Anak

    Bagi Donita, kebersihan tempat, peralatan memasak, cara memasak, sampai penyajiannya juga harus diperhatikan. "Sebab saya makan bukan hanya untuk nutrisi tubuh sendiri," ucap Donita yang masih menyusui anak keduanya yang berusia 7 bulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.