Gubernur NTB Tawarkan Peserta Lomba Berlayar Mampir ke Lombok

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taruna AAL tingkat III angkatan ke-65 menuruni tangga KRI Bima Suci ketika bersandar di Dermaga Ujung Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 9 November 2018. Kapal layar latih tersebut tiba di Surabaya setelah 100 hari berlayar melaksanakan operasi Muhibah dan Pelayaran Jalan Krida 2018. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Taruna AAL tingkat III angkatan ke-65 menuruni tangga KRI Bima Suci ketika bersandar di Dermaga Ujung Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 9 November 2018. Kapal layar latih tersebut tiba di Surabaya setelah 100 hari berlayar melaksanakan operasi Muhibah dan Pelayaran Jalan Krida 2018. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat atau NTB, Zulkieflimansyah promosi wisata pelayaran saat berkunjung ke Perth, Australia pada Jumat 28 Juni 2019. Dia menyasar kegiatan berlayar yang diadakan oleh Fremantle Sailing Club atau FSC di Australia agar singgah di Lombok.

    Baca: Sebab Wisatawan dari Darwin Australia Sebaiknya Liburan ke Lombok

    Untuk diketahui, Fremantle Sailing Club memiliki ribuan anggota dari berbagai negara. Saban tahun, mereka mengadakan lomba berlayar dari Fremantle ke Bali. "Kami menawarkan persinggahan berlayar di Lombok," kata Zulkieflimansyah seusai bertemu pengurus FSC di Perth.

    Menurut Zulkieflimansyah, Fremantle Sailing Club adalah sebuah klub bergengsi dengan agenda tahunan yang bersifat kompetitif. Klub ini telah memiliki sistem regenerasi dengan membentuk keanggotaan junior dan akademi pelatihan. "Mereka menyelenggarakan perlombaan berlayar dari Perth ke Bali yang diikuti banyak peserta dan wisatawan setiap tahun," ujar Zulkieflimansyah.

    Dengan menjadikan Lombok sebagai menjadi daerah persinggahan para anggota Fremantle Sailing Club, maka pariwisata di NTB akan kian berkembang. Zulkieflimansyah mengatakan telah belajar dari Bali bahwa pariwisata bukan melulu tentang pantai dan gunung yang indah. "Tapi lebih pada persoalan mengemas semuanya menjadi atraksi atau kegiatan menarik yang memberikan kesan mendalam," ujarnya.

    Baca juga: Lombok Jadi Tuan Rumah South East Biospher Reserve Network

    Selain berlayar, Zulkieflimansyah menawarkan wisata keheningan bagi pelancong yang ingin 'melarikan diri' dari rutinitas keseharian. Mereka membutuhkan tempat yang hening dan jauh dari keramaian. "Sebuah tempat untuk berkontemplasi," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.