5 Sisi Positif Liburan ke Luar Negeri Saat Musim Panas

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua wisatawan asing berjemur di atas pasir putih Pantai Watukarung, Kecamatan Pringkukuku, Pacitan, Jawa Timur, 19 Agustus 2016. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Dua wisatawan asing berjemur di atas pasir putih Pantai Watukarung, Kecamatan Pringkukuku, Pacitan, Jawa Timur, 19 Agustus 2016. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang memiliki selera yang berbeda saat memutuskan destinasi liburan ke luar negeri. Ada yang sengaja pergi ke negara yang sedang mengalami musim dingin, ada pula yang sebaliknya.

    Baca: Studi: Liburan Menurunkan Risiko Stroke dan Penyakit Jantung

    Perlu diketahui karakter musim panas di setiap negara berbeda. Di belahan utara Bumi, musim panas dimulai pada Juni hingga September. Adapun di belahan selatan Bumi, musim panas dimulai Desember hingga Maret.

    Jangan bayangkan musim panas di suatu negara bisa mencapai 35 derajat Celcius seperti di Jakarta misalnya. Ada negara mengkategorikan suhu 24 derajat Celcius masuk musim panas. Semua tergantung pada perbandingan suhu saat musim dingin, musim semi, musim, gugur, dan musim panas itu sendiri.

    Yang jelas, ada beberapa sisi positif ketika memutuskan liburan ke negara yang sedang mengalami musim panas. Berikut beberapa keuntungan melancong ke luar negeri saat musim panas, seperti dikutip dari layanan perjalanan online tiket.com:

    1. Bawaan lebih ringan
    Saat musim panas, pakaian yang dibawa berlibur lebih ringkas dan tidak terlalu berat. Tak perlu membawa jaket tebal, mantel, sepatu bot, sarung tangan, dan lainnya. Musim panas membuat bawaan pelancong lebih ringan.

    2. Nyaman berjemur
    Musim panas menjadi waktu yang diminati untuk aktivitas berjemur di pantai. Kegiatan berjemur tak mesti berdiam diri saja, pelancong juga bisa sambil menjelajahi bibir pantai sambil merasakan embusan angin dan kehangatan sinar matahari.

    Baca juga: 
    Kesalahan Orang Tua saat Ajak Anak Liburan ke Gunung dan Pantai

    3. Menikmati pemandangan
    Saat musim panas, sinar matahari begitu cerah dan pemandangan lanskap terlihat jelas. Sebab itu, musim panas kerap diminati sebagai waktu liburan yang menunjang kenyamanan.

    4. Pakaian sederhana
    Keluyuran saat melancong lebih nyaman menggunakan pakaian yang sederhana, misalnya kaus oblong dan celana pendek akan mudah digunakan serta dibawa. Pakaian sederhana dengan tema outfit summer akan cocok karena terasa lebih santai. Jangan lupa topi dan kacamata untuk melengkapi penampilan saat musim panas sekaligus menghalau silau.

    5. Memudahkhan eksplorasi
    Suasana yang cerah saat musim panas membuat pelancong ingin terus menjelajahi berragam destinasi wisata. Yang menjadi tantangan hanya terik matahari, meski tidak sepenuhnya terasa menyengat. Saat musim panas, inilah yang memicu semangat untuk menjelajahi destinasi wisata tanpa repot dengan bawaan dan pakaian.

    Simak: Usai Liburan, Apa Rutinitas yang Penting Dilakukan?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbandingan Kebutuhan Pria dan Wanita akan Protein per Hari

    Penelitian DRI menyebutkan kebutuhan rata-rata pria akan protein sekitar 56 gram per hari. Mudahnya, dibutuhkan 0,8 gram protein per kg berat tubuh.