NTB - Provinsi Bukhara Uzbekistan Kerja Sama Wisata Halal

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto areal pantai bukit Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB.  Di kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu akan dibangun sirkuit berkelas MotoGP dengan konsep sirkuit jalan raya yang memiliki trek sepanjang 4,32 km dengan 18 tikungan dimana badan jalan akan mulai dibangun Oktober 2019 dan ditargetkan selesai pada akhir 2020. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Foto areal pantai bukit Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. Di kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu akan dibangun sirkuit berkelas MotoGP dengan konsep sirkuit jalan raya yang memiliki trek sepanjang 4,32 km dengan 18 tikungan dimana badan jalan akan mulai dibangun Oktober 2019 dan ditargetkan selesai pada akhir 2020. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat atau NTB bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bukhara Uzbekistan untuk mengembangkan wisata halal. Kerja sama ini ditandatangani oleh Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah dan First Deputy Director of Bukhara Regional Department for Tourism Development, Oy Bek O. Khakimov pada Senin, 24 Juni 2019.

    Baca: Teluk Saleh, Moyo, dan Tambora NTB Resmi Jadi Cagar Biosfer Dunia

    Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari temu bisnis Sitti Rohmi Djalilah dengan delegasi dari Uzbekistan yang dipimpin oleh Sekretaris II Kedutaan Besar Uzbekistan di Indonesia Muzaffar S. Abdulazimov, di Paris, pada hari yang sama. "Uzbekistan dan Indonesia, khususnya NTB memiliki banyak kesamaan budaya, agama, dan beberapa kosa kata yang sama dengan Uzbekistan," kata Muzaffar S. Abdulazimov.

    Provinsi NTB dan Bukhara di Uzbekistan memiliki kesamaan sebagai daerah yang berpenduduk mayoritas Muslim. Salah satu poin kesepakatannya adalah saling mempromosikan sejumlah potensi wisata halal yang dimiliki kedua provinsi.

    Selain itu, pembangunan sejumlah infrastruktur seperti hotel, juga menjadi perhatian kedua pihak. Sebagai tahap awal kerja sama, Pemerintah Provinsi Bukhara Uzbekistan akan mempelajari pengelolaan wisata halal di NTB sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia.

    "Kami harap dalam perkembangannya akan banyak wisatawan Uzbekistan yang datang ke NTB dan sebaliknya," kata Muzaffar S. Abdulazimov. "Saat ini kami punya direct flight dari Jakarta ke Taskins, Uzbekistan."

    Baca juga: 
    Heboh Pendakian Gunung Rinjani Pisahkan Pria dan Wanita, Hoax atau Fakta?

    Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki potensi yang besar dalam wisata halal. Terlebih saat ini Teluk Saleh, Moyo dan Tambora, telah ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia. Dengan begitu, NTB kian semakin dikenal dunia. "Terima kasih kepada Uzbekistan. Kami akan sama-sama belajar," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.