Triathlon Ironman Bintan, Peserta Nikmati Pemandangan Pantai

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta Bengkulu Triathlon 2018 melewati bangunan bersejarah Masjid Jamik yang dirancang Bung Karno. ANTARA

    Seorang peserta Bengkulu Triathlon 2018 melewati bangunan bersejarah Masjid Jamik yang dirancang Bung Karno. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, Wan Rudi Iskandar mengatakan pada 25 Agustus 2019 nanti akan diadakan kompetisi triathlon Indofood Ironman 70.3 di Bintan, Kepulauan Riau.

    Baca: Triathlon Ironman 70.3 Kembali Digelar, Diikuti 55 Negara

    Para peserta triathlon Indofood Ironman 70.3 ini adalah para triatlet amatir yang nantinya akan mendapatkan kesempatan di Kejuaraan Dunia Ironman 70.3 di Taupo, Selandia Baru, pada 2020.

    Indofood Ironman 70.3 Bintan diadakan di Lagoi, Kabupaten Bintan, yang merupakan pusat pengembangan pariwisata. "Dalam permainan olahraga bersepeda, para peserta akan melalui rute ke luar atau keliling Bintan," kata Wan Rudi Iskandar di Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019.

    Tur bersepeda Indofood Ironman akan melewati rute sepanjang 90 kilometer dan 70 kilometer di antaranya adalah kawasan permukiman penduduk di Pulau Bintan. "Nanti peserta bisa melihat-lihat rumah di pesisir pantai," ucap dia.

    Para peserta pesepeda, ujar Wan Rudi Iskandar, akan menikmati pemandangan perbukitan serta kawasan pesisir yang rimbun tanaman bakau dan pohon kelapa. "Anak muda warga setempat bisa menjadi penunjuk arah dalam kegiatan tur Bintan ini," ujarnya.

    Untuk peserta Indofood Ironman olahraga renang dan lari, menurut Wan Rudi Iskandar, akan dilakukan di dalam kawasan Lagoi. Kompetisi Indofood Ironman 70.3 Bintan ini akan menjadi kali kelima diadakan di Indonesia. Para peserta harus menyelesaikan tantangan renang sepanjang 1,9 kilometer, bersepeda 90 kilometer, atau berlari 21,1 kilometer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.