Manfaat Wisata Menikmati Bunga dan Tanaman

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi bunga foxgloves (pixabay.com)

    ilustrasi bunga foxgloves (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivitas wisata bisa bermacam-macam. Ada yang suka bertualang dengan menjelajah pegunungan atau pergi ke pantai, ada wisata yang khusus menyoroti aneka kuliner khas suatu daerah. Pun ada jenis wisata yang menggali peninggalan sejarah sampai wisata menikmati keindahan bunga.

    Juri International Flower Competition, Zha Zha Yusharyahya mengatakan wisata bunga kini menjadi salah satu yang banyak diminati pelancong. "Dengan melakukan wisata bunga, pelancong bisa menikmati taman yang indah dan terawat. Hati jadi terhibur," kata Zsa Zsa Yusharyahya di Jakarta, Rabu 19 Juni 2019.

    Baca: Ada Lomba Merawat Bunga Tingkat Dunia di Bali, Hadiah Rp 1 Miliar

    Salah satu cara paling mudah dan murah meriah untuk melakukan wisata bunga adalah dengan berkunjung ke kebun raya atau hutan kota. Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati suasana dan mengakami berbagia jenis tumbuhan, termasuk bunga.

    Zha Zha Yusharyahya mengatakan keindahan bunga memiliki daya pikat dalam banyak unsur. Orang yang melihatnya akan merasa nyaman dan tenang. Terlebih jika bunga-bungaan itu ditata sedemikian rupa untuk melengkapi nilai estetikanya.

    ilustrasi bunga Peony (pixabay.com)

    Menurut dia, menata pekarangan rumah dengan menanam bunga juga merupakan cara untuk menghormati tumbuh-tumbuhan. "Menata, membersihkan, memelihara tanaman. Kalau itu semua terwujud pasti bisa menikmati hasilnya," ucapnya.

    Lagipula, Zha Zha Yusharyahya melanjutkan, merawat bunga juga mencerminka sikap peduli pada lingkungan. Keterampilan merawat serta menata beragam jenis bunga bukan cuma soal teknik saja. Menurut dia, keberadaan taman bunga menunjang ekosistem kehidupan makhluk hidup lainnya, semisal lebah dan kupu-kupu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.