Pemerintah Kota Sabang Cari Duta Wisata, Ketahui Syaratnya

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cuaca dingin di gunung. Dok. Kementerian Pariwisata

    Ilustrasi cuaca dingin di gunung. Dok. Kementerian Pariwisata

    TEMPO.CO, Sabang - Pemerintah Kota Sabang sedang mencari duta wisata untuk mempromosikan industri pariwisata di kota itu. Duta wisata Kota Sabang yang terdiri dari sepasang laki-laki dan perempuan ini akan bergelar Cut Abang dan Cut Adek.

    Masa pendaftaran untuk menjadi kandidat duta wisata Kota Sabang berlangsung mulai 10 Juni sampai 5 Juli 2019. "Formulir pendaftaran bisa diambil di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sabang pada setiap hari kerja," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sabang, Faisal, di Sabang.

    Beberapa persyaratan calon Duta Wisata Kota Sabang antara lain, harus putra-putri daerah dan memiliki minat yang tinggi dalam dunia pariwisata. Usianya 18 sampai 25 tahun, tinggi badan minimal 160 - 165 sentimeter, beragama Islam, mampu membaca Al-Quran, bisa berbahasa Aceh, Indonesia, dan mampu mempresentasikan kebudayaan, pariwisata serta memiliki pengetahuan umum bidang politik, sosial budaya, ekonomi, dan teknologi.

    "Duta wisata juga dituntut mengerti kesenian lokal Aceh dan harus memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya," kata Faisa. Semua persyaratan tadi harus terpenuhi dan pemilihan duta wisata akan dilaksanakan pada 11 - 13 Juli 2019.

    Baca: Tak Sekadar Menarik, Duta Wisata pun Harus Peduli Pariwisata

    Duta wisata yang terpilih nantinya akan mewakili Kota Sabang pada ajang yang sama untuk tingkat Provinsi Aceh. "Yang paling penting adalah mereka punya keinginan yang sama dalam mempromosikan industri pariwisata Sabang di tingkat lokal, nasional, maupun internasional," Faisal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.