Gunungkidul Kekeringan, Wisatawan Tak Perlu Khawatir Air Bersih

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelayan pulang melaut di Pantai Drini, Gunungkidul, Selasa, 4 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Nelayan pulang melaut di Pantai Drini, Gunungkidul, Selasa, 4 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Musim kemarau panjang mulai berdampak pada sejumlah kawasan di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Beberapa kecamatan mulai mengalami kekeringan dan bantuan dropping air mulai didistribusikan pemerintah kepada masyarakat yang tinggal di daerah terdampak.

    Baca: Makan Siang Wong Ndeso Gunungkidul Yogyakarta: Thiwul Ikan Asin

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Gunungkidul menyatakan kemarau panjang yang berdampak pada kekeringan itu tak mengganggu kegiatan wisata. Buktinya, pada masa libur lebaran pada 1 - 9 Juni 2019 lalu, kunjungan wisatawan di 33 obyek wisata Gunungkidul (yang menerapkan sistem retribusi) tercatat mencapai 225.874 orang. Pendapatan daerah yang disumbangkan dari retribusi masa lebaran itu mencapai Rp 1,78 miliar.

    "Wisatawan tak perlu khawatir akan kebutuhan air bersih ketika mendatangi destinasi wisata di daerah yang kekeringan. Air bersih selalu tersedia," kata Kepala BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki, Kamis 13 Juni 2019.

    Destinasi wisata di sisi selatan Gunungkidul, Yogyakarta, yang langganan kekeringan seperti pesisir pantai, saat ini sudah memiliki sumber air bersih. Sumber air itu mampu mencukupi kebutuhan penduduk setempat juga biasa untuk objek wisata. "Wilayah selatan yang di tepi pantai saat ini sebagian tidak mengalami kekeringan, sudah ada sumber airnya," kata Edy Basuki

    Baca juga: Tip Mengemas Oleh-oleh Gurita Segar dari Pantai Gunungkidul

    Terlebih di objek obyek wisata sisi utara Yogyakarta, seperti Goa Pindul, Kali Suci, Sri Getuk, Gunung Api Purba Nglanggeran, dan wisata alternatif lain. Menurut Edy Basuki, objek wisata di wilayah utara justru merupakan sumber air Gunungkidul.

    Kalaupun terjadi kekeringa, Edi Basuki melanjutkan, pelaku wisata bisa mengambil air bersih dari sumber mata air terdekat. "Goa Pindul itu sumber mata air, jadi tak mungkin kekeringan. Hanya debit airnya yang berkurang saat kemarau," ujarnya.

    Kunjungan wisata di Kabupaten Gunungkidul sendiri cukup tinggi selama libur lebaran beberapa hari lalu. "Target kunjungan sudah terlampaui, dari 172 ribu orang kemarin yang datang sampai 225 ribu wisatawan," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Asti Wijayanti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.