Festival Balon Udara: Reog, Doraemon, Batik Hiasi Langit Ponorogo

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah balon udara ditampilkan dalam Java Traditional Balloon Festival Pekalongan 2019 di Stasiun Hoegeng, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, 12 Juni 2019. Festival ini digelar sebagai sarana edukasi kepada masyarakat agar tidak menerbangkan balon secara liar. ANTARA

    Sejumlah balon udara ditampilkan dalam Java Traditional Balloon Festival Pekalongan 2019 di Stasiun Hoegeng, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, 12 Juni 2019. Festival ini digelar sebagai sarana edukasi kepada masyarakat agar tidak menerbangkan balon secara liar. ANTARA

    TEMPO.CO, Ponorogo - Festival balon udara berlangsung di Lapangan Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu, 12 Juni 2019. Sebanyak 49 balon diterbangkan oleh kelompok peserta yang berasal dari wilayah setempat.

    Baca: 28 Balon Udara Ganggu Penerbangan, Kemenhub Minta Masyarakat Bijak

    Tema balon udara yang terbang bermacam-macam. Ada karakter reog, tokoh kartun Jepang Doraemon, dan motif batik. Untuk menerbangkannya, setiap balon udara harus diisi dengan gas dan asap.

    Setelah mengudara, balon itu diikat dengan tali tampar agar ketinggiannya tidak melebihi batas yang ditentukan, yakni 150 meter. Sejumlah anggota kelompok peserta festival balon udara menjaga agar balon tetap terkendali.

    Foto udara yang menunjukkan warna-warni balon udara ditampilkan dalam Java Traditional Balloon Festival Pekalongan 2019 di Stasiun Hoegeng, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, 12 Juni 2019. ANTARA

    "Kami berharap tidak ada balon udara yang lepas. Semua tetap terkontrol, tetap dijaga, dan masyarakat ikut mengawasi untuk tidak membuat kegiatan-kegiatan yang mengganggu penerbangan," kata Komandan Pangkalan Udara atau Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama Widyargo Ikoputra di sela festival balon udara. Hingga kini, menurut dia, belum ada penerbangan pesawat militer dari Lanud Iswahjudi yang terganggu akibat festival balon udara di Ponorogo.

    Sementara itu, Direktur Teknik Air Navigation atau Airnav Indonesia, Ahmad Nurdin Aulia mengatakan telah menerima 28 laporan adanya balon udara yang mengganggu penerbangan pesawat. Laporan itu diterima selama beberapa hari setelah Lebaran hingga sekarang.

    Sejumlah balon udara ditambatkan di tanah saat Java Traditional Balloon Festival Pekalongan 2019 di Stasiun Hoegeng, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, 12 Juni 2019. Festival balon udara ini dimeriahkan oleh 107 peserta. ANTARA

    "Laporan gangguan balon udara ada di jalur udara Yogyakarta, Solo, dan Semarang," kata Ahmad Nurdin. "Akibatnya, pesawat yang terbang dari Surabaya menuju Solo harus berbelok dan melewati Laut Jawa."

    Baca juga: Menhub: Penerbang Balon Udara Liar Bisa Dipidana

    Ahmad Nurdin Aulia menjelaskan risiko jika balon udara tak terkontrol sangat besar. "Jalan satu-satunya adalah pilot harus menghindar dan tidak berani berspekulasi," ucap Ahmad.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.