Mborong di Malioboro dan Pasar Beringharjo, Lanjut ke Pasar Pasty

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasar Pasty di Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Pasar Pasty di Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Urusan belanja di Yogyakarta bukan hanya ke Jalan Malioboro dan Pasar Beringharjo. Ada satu lagi destinasi wisata belanja yang tak boleh dilewatkan jika uang saku masih berlebih. Namanya Pasar Pasty Yogyakarta.

    Baca: Dilarang Pakai Kendaraan Bermotor ke Malioboro Usai Libur Lebaran

    Pasar Pasty Yogyakarta terletak di Jalan Bantul kilometer 1, Dongkelan, Kota Yogyakarta. Jarak antara Malioboro ke Pasar Pasty sekitar 5 kilometer ke arah selatan. Pasar ini adalah tujuan belanja bagi penggemar satwa dan tanaman hias.

    Selama libur Lebaran, Pasar Pasty tetap ramai pengunjung. Pantauan Tempo, sejak Sabtu sampai Minggu, 8-9 Juni 2019, pasar yang dihuni hampir 150 pedagang satwa dan tanaman hias itu terus dijejali ratusan wisatawan dengan kendaraan pelat luar daerah.

    Para wisatawan itu ada yang sekadar duduk santai di bawah teduhnya pepohonan rindang yang tersebar di sudut-sudut pasar, mengajak anaknya bermain di taman sambil menikmati jajanan lokal, atau memang niat belanja ikan dan tanaman hias. "Saya tadi dari jalan-jalan ke Malioboro terus langsung ke sini buat istirahat sambil ngadem. Lihat-lihat ikan hias lalu lanjut balik Jakarta," ujar Mariati, 37, pengunjung asal Kampung Duri Jakarta Barat saat ditemui Tempo, Minggu 9 Juni 2019.

    Pasar Pasty di Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan Pasar Pasty menjadi salah satu destinasi wisata alternatif di Yogyakarta. "Jadi wisatawan tidak hanya mampir ke Pasar Beringharjo untuk belanja batik, tapi ada juga Pasar Pasty bagi mereka yang gemar wisata agro," ujarnya.

    Baca juga: Libur Lebaran, Nikmati Seni Instalasi di Malioboro Yogyakarta

    Selama liburan lebaran ini, lebih dari 500 kendaraan pengunjung baik sepeda motor maupun mobil memasuki area Pasar Pasty setiap hari. Lantaran padatnya kendaraan yang masuk, pengelola pasar menerapkan kawasan Pasar Pasty timur untuk parkir sepeda motor sedangkan parkir mobil di area Pasar Pasty barat.

    Wisatawan dengan kendaraan roda dua maupun roda empat cukup membayar biaya retribusi parkir sebesar Rp 1.000 untuk sepeda motor dan Rp 3.000 untuk mobil. Pengunjung bisa menjelajahi pasar yang terbagi menjadi dua bagian itu mulai pukul 08.00 sampai 17.00.

    Suasana di sisi timur Pasar Pasty Yogyakarta yang menjadi area jual-beli satwa dan perlengkapannya. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Pengunjung yang hendak berbelanja satwa hias, seperti aneka jenis ikan, kura-kura, lobster, hamster, kucing, kelinci, kadal, burung hantu, dan anjing, bisa mengunjungi Pasar Pasty sisi timur. Terkadang pengunjung bisa mendapati jenis ikan yang jarang dijumpai di pasar satwa, misalnya ikan pari atau anakan arapaima.

    Simak: Naik Becak di Malioboro, Beda Ongkos yang Belanja dan Berkeliling

    Suasana di sisi barat Pasar Pasty Yogyakarta yang menjadi area jual-beli tanaman hias dan perlengkapannya. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Jika sudah puas berkeliling di Pasar Pasty area timur bisa lanjut ke sisi barat. Di sana ada lebih dari 60 pedagang tanaman hias yang juga menjual berbagai jenis tumbuhan sampai perlengkapan berkebun. Harganya mulai Rp 20 ribuan untuk jenis tanaman hias seperti pucuk merah, kaktus, juga melati Korea. Ada pula yang mencapai Rp 3,5 juta, seperti sikas atau pakis haji yang sudah jadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.