Wahana Ancol dengan Peminat Terbanyak Selama Libur Lebaran

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial suasana pengunjung Pantai Karnaval Ancol pada libur Lebaran hari kedua di Jakarta, Kamis, 6 Juni 2019. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Foto aerial suasana pengunjung Pantai Karnaval Ancol pada libur Lebaran hari kedua di Jakarta, Kamis, 6 Juni 2019. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, JakartaAncol Taman Impian menjadi salah satu destinasi wisata yang paling banyak dituju masyarakat selama libur Lebaran. Pada hari Sabtu, 8 Juni 2019, jumlah pengunjung Ancol Taman Impian di Dunia Fantasi (Dufan), Atlantis, Ocean Dream Samudra, dan Sea World tercatat mencapai lebih dari 30.226 orang.

    Baca: Libur Lebaran di Ancol, Pilih 8 Seluncuran dan Cinema 5 Dimensi

    Manajer Komunikasi Perusahaan Ancol Taman Impian Rika Lestari, merinci pengunjung unit rekreasi Dufan sebanyak 8.556 orang, Atlantis 9.372 orang, Ocean Dream Samudra 4.987 orang, dan Sea World 7.401 orang. "Hitungan itu sampai pukul 14.50 WIB," kata Rika Lestari di Jakarta, Sabtu 8 Juni 2019.

    Dunia Fantasi atau Dufan Ancol.

    Dunia Fantasi atau Dufan Ancol memiliki gerbang baru untuk pintu masuk yang mulai digunakan pada 5 Juni 2019, atau di hari pertama libur Lebaran. Pintu masuk itu dihiasi sembilan patung karakter Dufan. Pengunjung juga disuguhkan dengan sembilan wahana permainan baru di Dufan, tujuh di antaranya sudah beroperasi.

    Seaworld Ancol, Jakarta. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Rika Lestari menyatakan pada akhir pekan jumlah pengunjung unit rekreasi Ancol Taman Impian lebih banyak jika dibandingkan dengan libur Lebaran pada Rabu, 5 Juni 2019. Pada hari Lebaran itu, pengunjung Dufan sebanyak 5.189 orang, Atlantis 2.637 orang, Ocean Dream Samudra 1.483 orang, dan Sea World 4.262 orang.

    Baca juga: 
    Libur Lebaran, Coba Wahana Baru Paralayang di Dunia Fantasi Ancol


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.