Pemerintah Kota Surakarta Ajak Pemudik Nostalgia Nonton Ramayana

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adegan pertunjukan Ramayana-The Epic yang berlangsung di Auditorium Gedung Sapta Pesona, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9). Pagelaran Sendratari yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar India tersebut menampilkan aksi panggung dari Shriram Bhartiya Kala Kendra Delhi, yang merupakan salah satu lembaga kebudayaan terkemuka di India. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Adegan pertunjukan Ramayana-The Epic yang berlangsung di Auditorium Gedung Sapta Pesona, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9). Pagelaran Sendratari yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar India tersebut menampilkan aksi panggung dari Shriram Bhartiya Kala Kendra Delhi, yang merupakan salah satu lembaga kebudayaan terkemuka di India. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Solo - Pemerintah Kota Surakarta menyiapkan sejumlah agenda wisata untuk menyambut pemudik Lebaran. Salah satu agenda wisata yang akan diadakan pemerintah adalah sendra tari Ramayana yang digarap secara kolosal oleh para seniman asal kota tersebut.

    Baca: Sensasi di Perjalanan Jadi Alasan Pemudik Setia Pakai Bus

    Sendra tari itu akan digelar secara terbuka di pelataran Benteng Vastenburg Solo, pada Jumat sampai Sabtu, 7 - 9 Juni 2019. "Tari kolosal ini bisa disaksikan secara gratis oleh masyarakat," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. Acara akan dimulai setiap pukul 19.30 WIB.

    Selama ini para wisatawan bisa menikmati pertunjukan wayang orang yang digelar setiap malam di Gedung Wayang Orang Sriwedari. Saat Lebaran ini, Pemerintah Kota Surakarta mencoba menghadirkannya di ruang terbuka dengan panggung dan garapan yang lebih megah.

    "Para perantau yang ingin bernostalgia dengan wayang orang bisa menyaksikan sendra tari Ramayana kolosal ini," katanya. Untuk penggarapan, pemerintaah Kota Solo menggandeng sejumlah seniman papan atas di Solo, seperti Dedek Wahyudi, Blacius Subono, serta ST Wiyono.

    Salah satu penulis naskah, ST Wiyono mengatakan mereka menggarap lakon Sinta Obong dalam pertunjukan tersebut. "Termasuk bagian akhir dalam cerita Ramayana," katanya. Untuk memudahkan penonton menikmati sajian itu, cuplikan kisah di awal dan pertengahan Ramayana juga akan ditampilkan.

    Baca juga: Mereka yang Tak Pulang Kampung Demi Mengantar Pemudik

    Tentu saja, visualisasi dalam adegan dibakarnya tokoh Sinta akan menjadi salah satu daya tarik dalam pertunjukan tersebut. Begitu pula dengan atraksi para pasukan kera yang dipimpin oleh Hanoman. "Tokoh Rahwana juga menjadi fokus dalam pertunjukan ini," katanya. Rahwana yang selama ini identik sebagai tokoh antagonis akan digambarkan sebagai tokoh yang penuh cinta dan berbakti kepada negerinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.