Objek Wisata Gancik Hill Top, Negeri di Atas Awan Selain Dieng

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panorama Gunung Merapi dari menara pandang Gancik Hill Top, objek wisata di lereng Gunung Merbabu, Dusun Selo, Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. TEMPO | Dinda Leo Listy

    Panorama Gunung Merapi dari menara pandang Gancik Hill Top, objek wisata di lereng Gunung Merbabu, Dusun Selo, Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. TEMPO | Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Boyolali - Selama ini wisatawan mengenal istilah Negeri di Atas Awan ada di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Dari ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Puncak Sikunir, Dieng, wisatawan bisa merasakan objek wisata ini tertutup kabut putih seperti sedang berada di atas awan.

    Baca: Libur Lebaran, Ayo Naik Jeep di Gunung Merapi dan Gunung Merbabu

    Selain di Dieng, ada destinasi wisata lain yang bisa juga dijuluki Negeri di Atas Awan. Namanya, Gancik Hill Top di Boyolali, Jawa Tengah. Gancik adalah nama sebuah bukit yang dulu menjadi penanda bagi para pendaki Gunung Merbabu yang melalui jalur Selo Boyolali, bahwa petualangan yang mereka dambakan akan segera terlaksana.

    Sebelum menjadi objek wisata, Bukit Gancik sudah tersohor di kalangan pendaki. Bukit Gancik yang berada di bawah pos 1 jalur pendakian via Selo itu menyuguhkan panorama yang tak kalah menawan dibandingkan pemandangan dari puncak Gunung Merbabu, baik saat matahari terbit dari balik Gunung Lawu maupun saat matahari tenggelam di balik Gunung Merapi.

    Berada di ketinggian sekitar 1.850 mdpl, Bukit Gancik di Dusun Selo, Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, ini juga kerap dijuluki Negeri di Atas Awan. Sebab pada musim penghujan, Bukit Gancik seolah menyembul di atas lautan awan yang menaungi lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

    Seorang pencari rumput melintas di bawah jembatan penghubung dua menara pandang di Gancik Hill Top, objek wisata di jalur pendakian Gunung Merbabu di Dusun Selo, Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. TEMPO | Dinda Leo Listy

    "Awalnya kami hanya ingin membuat tempat nongkrong sederhana buat masyarakat sekitar dan pendaki yang baru turun dari puncak," kata Ngatun, 47 tahun, seorang pengelola Gancik Hill Top kepada Tempo, Jumat 24 Mei 2019. Ngatun yang akrab disapa Mbah Jenggot ini turut memprakarsai lahirnya Gancik Hill Top pada 2016, tahun di mana objek wisata alternatif berbasis alam sedang tren.

    Baca juga: Objek Wisata Gancik Hill Top Gratis Selama Libur Lebaran

    Pada saat itu, penduduk Dusun Selo sepakat menanam bambu. Aturannya, satu keluarga menanam satu pohon bambu. Di Dusun Selo terdapat sekitar 250 keluarga yang tinggal di RT 01 sampai 05. Artinya, ada 250 pohon bambu yang ditanam di sana.

    Masyarakat dan pemuda karang taruna kemudian mengolah 250 pohon bambu tadi menjadi sebuah gardu pandang. Gardu pandang itu disambungkan dengan 'jalan layang' yang juga dibuat dari bambu, mulai dari lantai, pagar, dan tiang-tiang penyangganya. Jalan atau jembatan layang itu cukup panjang dan berliku-liku mengikuti kontur tepi Bukit Gancik sisi timur dan selatan.

    Menara sepeda gantung di Gancik Hill Top, objek wisata di lereng Gunung Merbabu, Dusun Selo, Desa Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. TEMPO | Dinda Leo Listy

    Selain menjadi panggung untuk menyaksikan keindahan lanskap lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, estetika bentuk gardu pandang dan jalan layang bambu itu juga menarik perhatian wisatawan. Berkat foto-foto dan cerita pengalaman pengunjung yang merebak di media sosial, Gancik Hill Top pun naik daun, sampai ke telinga Presiden Joko Widodo. "Presiden Jokowi juga sudah pernah ke sini," kata Ngatun.

    Pada 2016, tak ada tarif bagi wisatawan Gancik Hill Top. "Mereka hanya dimintai sumbangan seikhlasnya," ucap Ngatun. Namun pada 2017, pengelola objek wisata ini memutuskan menarik tiket seharga Rp 5.000 per orang.

    Simak: Mudik Lebaran, Ketahui 4 Obyek Wisata di Jalur Selatan Jawa

    Hanya saja, jika pengunjung adalah pendaki Merbabu, maka gratis masuk ke Gancik Hill Top. Musababnya, mereka sudah membayar tiket mendaki Rp 7.500 per orang. "Lagi pula Gancik Hill Top sudah masuk kawasan jalur pendakian," ujar Ngatun.

    Setiap libur panjang, jumlah wisatawan di Dusun Selo bisa mencapai 1.000 orang per hari. "Kalau musim libur panjang, total pendapatan dari tiket pendakian Merbabu dan tiket Gancik Hill Top bisa mencapai Rp 50 juta per bulan. Sedangkan dalam kondisi normal, rata-rata berkisar Rp 25 juta per bulan,” kata Ngatun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.