Libur Lebaran, Asyiknya Main Ski Kano Murmer di Bantul Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman Tempuran Cikal di Piyungan Bantul, Yogyakarta, menawarkan pemandangan Sungai Opak sebagai objek wisata. Di sungai ini, pengunjung bisa bermain kano yang ditarik oleh perahu motor. TEMPO | Yovita Amalia

    Taman Tempuran Cikal di Piyungan Bantul, Yogyakarta, menawarkan pemandangan Sungai Opak sebagai objek wisata. Di sungai ini, pengunjung bisa bermain kano yang ditarik oleh perahu motor. TEMPO | Yovita Amalia

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Mengisi libur Lebaran di Taman Tempuran Cikal, Bantul, Yogyakarta, memberikan pengalaman mengasyikkan dengan wahana air. Jika di pantai bisa bermain jet ski, di Taman Tempuran Cikal, pengunjung bisa bermain ski dengan kano yang ditarik perahu motor.

    Baca: Dilarang Pakai Kendaraan Bermotor ke Malioboro Usai Libur Lebaran

    Taman Tempuran Cikal terletak di Dusun Cikal, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabuoaten Bantul. Dari pusat Kota Yogyakarta, wisatawan bisa mengambil rute Jalan Jogja - Wonosari atau jalan utama menuju ke Gunung Kidul sejauh 13 kilometer.

    Kemudian masuk ke jalan perkampungan penduduk. Untuk mencapai objek wisata ini, lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi atau ojek online karena jauh dari akses kendaraan umum. Taman Tempuran Cikal terbilang baru karena diresmikan pada 20 Maret lalu oleh Bupati Bantul Soeharsono.

    Objek wisata ini dinamakan Taman Tempuran Cikal karena berada di bantaran sungai yang menjadi pertemuan dua arus, yaitu Kali Opak yang berhulu dari lereng Gunung Merapi dan Kali Gawe yang mengalir ke Gunung Kidul. Air sungainya tenang dan aman untuk bermain.

    Bendahara Pengelola Taman Tempuran Cikal, Jamingan mengatakan wisata air adalah daya tarik utama bagi pengunjung. Setiap orang bisa menyusuri sungai selebar 15 meter, itu dengan berbagai pilihan, mulai dari perahu, speed boat, dan kano.

    Wahana naik kano di objek wisata Taman Tempuran Cikal di Piyungan Bantul, Yogyakarta. TEMPO | Yovita Amalia

    Tarif sewa perahu yang bisa memuat 10 orang itu meliputi Rp 10 ribu per orang apabila diisi empat orang dan Rp 5.000 per orang jika diisi lebih dari empat orang. Untuk speed boat yang memuat enam orang dikenakan tarif Rp 15 ribu per orang.

    Setiap pengunjung yang mendayung kano cukup merogoh kocek Rp 5.000 dengan durasi 15 menit. Dan setiap pengunjung yang mencoba wahana wisata air wajib mengenakan baju pelampung. "Demi keselamatan, kalau menolak maka kami tak mengizinkannya menyusuri sungai," kata Jamingan kepada Tempo, Rabu, 22 Mei 2019.

    Baca juga: 
    Wisata Sejarah Masjid yang Diparuh untuk Yogyakarta dan Surakarta

    Dia menceritakan awal mula Taman Tempuran Cikal menjadi objek wisata. Air tenang di sungai itu menyimpan ancaman saat hujan lebat karena debit air meningkat. Pada 2017, terjadi badai ekstrem yang merobohkan beberapa pohon cemara. Batang pohon cemara itu tumbang ke bantaran sungai.

    "Kami bergotong royong membersihkan. Dan saat itu tercetus gagasan untuk mengembangkan sungai ini menjadi tempat wisata," kata Jamingan. Bukan cuma wisatawan yang menikmati sungai itu sebagai tempat bermain. Anak-anak dari penduduk sekitar kerap menyuguhkan atraksi bermain air di atas kano.

    Jika tak ingin bermain air, wisatawan bisa beristirahat di sejumlah gazebo dan rumah pohon setinggi sekitar 10 meter. Tersedia pula aneka permainan tradisional untuk anak-anak dari kayu dan bambu, seperti ayunan, jungkat-jungkit, dan engrang.

    Ada juga permainan modern berupa ATV dengan tarif Rp 10 ribu untuk dua putaran, motor tril anak Rp 5.000 untuk dua putaran, dan flying fox Rp 15 ribu sejauh 40 meter. Di beberapa sudut terdapat spot menarik untuk selfie dan tentunya ada warung-warung yang menjajakan aneka makanan.

    Belum ada tarif khusus parkir maupun tiket masuk di Taman Tempuran Cikal. Jumlah pengunjung pun masih fluktuatif. Pada awal dibuka, objek wisata itu mampu mendatangkan 2.000 pengunjung dalam sepekan. Bahkan seusai Lebaran mendatang sudah disewa untuk acara halal bi halal setiap akhir pekan.

    Simak: Benda Kuno di Masjid Kauman Bantul: Batu Hitam dan Jam Bencet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.