Ada Festival Wisata yang Berpotensi Ganggu Penerbangan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menyaksikan pesawat yang akan mendarat di Bandara Skiathos, Yunani. Bandara di pulau Skiathos disebut-sebut sebagai St Maarten Eropa, karena pemandangan pesawat terbang rendah menjelang mendarat. youtube.com

    Wisatawan menyaksikan pesawat yang akan mendarat di Bandara Skiathos, Yunani. Bandara di pulau Skiathos disebut-sebut sebagai St Maarten Eropa, karena pemandangan pesawat terbang rendah menjelang mendarat. youtube.com

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Air Navigation atau Airnav Indonesia mewaspadai gangguan yang berpotensi mengganggu lalu lintas penerbangan. General Manager Airnav Yogyakarta, Nono Sunaryadi mengatakan salah satu festival wisata yang berpotensi mengganggu penerbangan adalah festival balon udara dengan api.

    Baca: Festival Ramadan Marapada dengan Kekhasan Budaya Ternate

    Saat libur Lebaran, menurut dia, setidaknya ada dua daerah yang rutin mengadakan festival balon udara, yakni Wonosobo dan Pekalongan, Jawa Tengah. Selain itu, di sekitar Bandara Adisutjipto Yogyakarta juga kerap ditemukan adanya balon udara dengan terbang tinggi.

    Nono Sunaryadi menjelaskan ada dua unsur yang membuat balon udara membahayakan penerbangan. Pertama dari sisi ukuran, dan kedua ketinggian. Balon udara biasanya berdiameter 7 meter dengan tingginya belasan meter. Ketinggian terbang balon itu juga mencapai lebih dari 20 ribu kaki, bahkan ada yang sampai 30 ribu kaki.

    Peserta menerbangkan balon udara dalam Festival Balon Udara Ponorogo di Lapangan Jepun, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis, 21 Juni 2018. Festival ini digelar oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    "Ketinggian itu merupakan jalur yang sama dengan yang digunakan oleh pesawat terbang," kata Nono Sunaryadi, Jumat 24 Mei 2019. "Kalau sampai tersedot ke mesin pesawat, bisa terbakar dan meledak."

    Baca juga: Berebut Sandaran Tangan di Kursi Tengah Pesawat, Itu Hak Siapa?

    Nono Sunaryadi melanjutkan, Air Navigation tidak melarang berlangsungnya festival balon udara, melainkan mengatur ukuran dan ketinggian terbangnya. Lebih dari itu, menurut dia, Airnav bersedia memfasilitasi festival balon udara.

    Rencananya, Air Navigation Indonesia akan turut serta dalam gelaran Festival Balon Udara di Wonosobo dan Pekalongan yang berlangsung pada 9 dan 12 Juni 2019. "Kami menjadi juri untuk memilih balon udara terbaik yang sesuai prosedur keamanan Airnav," katanya.

    Persyaratan balon udara yang bisa mengikuti festival tersebut adalah tinggi 7 meter dan diameter 4 meter. "Balon udara ditambatkan dengan tali di ketinggian maksimal 150 meter," kata dia.

    Simak: Etika Pakai Toilet di Pesawat Terbang, Penumpang Pria Wajib Tahu

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.