Sambut Libur Lebaran, Intip Saran Untuk Pengelola Wisata Banten

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta berlari sebelum berenang ketika mengikuti Rhino X Triathlon di kawasan KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, 30 September 2018. Festival Tanjung Lesung merupakan kegiatan yang masuk ke dalam kalender 100 event pariwisata nasional itu memadukan festival olahraga (sport tourism) dan atraksi budaya. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Peserta berlari sebelum berenang ketika mengikuti Rhino X Triathlon di kawasan KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, 30 September 2018. Festival Tanjung Lesung merupakan kegiatan yang masuk ke dalam kalender 100 event pariwisata nasional itu memadukan festival olahraga (sport tourism) dan atraksi budaya. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Banten Wahidin Halim meminta pengelola objek wisata pantai di Banten agar mempersiapkan dalam menyambut libur Lebaran untuk memberikan pelayanan yang baik bagi wisatawan dengan menjaga kebersihan lingkungan objek wisata serta memberikan kenyamanan bagi wisatawan. "Harus bersih dari sampah, toilet dan fasilitas umum lainnya juga yang layak. Jangan sampai pengunjung menjadi kapok gara-gara objek wisatanya kotor dan tidak nyaman," kata Gubernur Banten Wahidin Halim di Serang, Selasa 21 Mei 2019.

    Baca: Pengembangan Wisata Banten Berbasis Pertanian dan Bahari

    Ia mengimbau kepada pengelola objek wisata agar mengelola objek wisata dengan baik dan tertib dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, di tengah kondisi pariwisata Banten saat ini yang turun akibat terjadinya tsunami beberapa waktu lalu. Termasuk dalam penentuan tiket ke objek wisata tersebut yang wajar, tiket parkir serta harga makanan yang sesuai dengan kewajaran dengan menampilkan harga-harga tersebut kepada konsumen atau pengunjung. "Kabupaten/kota harus memantau langsung pengelolaan destinasi tersebut sesuai dengan kewenangan wilayah masing-masing," kata Wahidin Halim.

    Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, dalam upaya menghadapi siaga libur Lebaran Idul fitri 1440 hijriyah, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan dinas/lembaga terkait terutama terkait kesiapan dalam pelayanan bagi kunjungan wisatawan pada saat libur Lebaran. Sejumlah pihak yang diundang dalam rapat koordanasi tersebut, diantaranya kepolisian, TNI, Basarnas, Balawista, BMKG, pemantau gunung anak Krakatau serta unsur lainnya. "Kami sudah melakukan rapat kordinasi dengan pihak terkait. Intinya untuk melakukan pemantauan jalur wisata dan di destinasi wisata pada saat libur Lebaran," kata Eneng Nurcahyati didampingi Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dispar Banten Paundra Bayu Adjie.

    Pelari melintasi kawasan KEK Tanjung Lesung dalam Festival Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten, 30 September 2018. Selain sport tourism, pertunjukan seni budaya juga disajikan di FPTL 2018 seperti debus dan tarian api. Wisatawan juga bisa menikmati suasana desa di Kampung Cikadu. Ada juga Collosal Art Performance, Devile Pesona Tanjung Lesung dan Festival Kolecer yang menawarkan beragam kuliner lokal. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Eneng mengatakan, dalam rapat kordiansi tersebut ada empat hal yang ditekankan kepada pengelola objek wisata dan juga kepada kabupaten./kota dalam menghadapi libur lebaran sesuai dengan surat edaran Menteri Pariwisata yakni, pertama kabupaten/kota harus memantau pengelola destinasi dalam menentukan tiket masuk harus sesuai standar umum dan juga termasuk harga makanan sesuai pada umumnya serta tiket parkir.

    Kemudian, kata Eneng, ke dua mengimbau kepada kabupaten/kota dan juga pengelola destinasi untuk menjaga kenyamanan wisatawan terutama dalam hal pelayanan kebersihan destinasi, toilet dan sarana ibadah serta sarana umum lainnya. "Pengaturan dan pengelolaan sampah kadang dibiarkan saja. Paling dibersihkan sore-sore agar besok paginya bersih, sepanjang ada pengunjung itu harus tetap dijaga kebersihannya dari sampah. Siapkan tempat sampah yang layak serta petugas yang cukup," kata Eneng.

    Baca: Tiga Bangunan Bersejarah Banten Lama Ini Layak Dikunjungi

    Imbauan ke tiga, kata dia, agar pengelola menjaga ketertiban dan keamanan bagi pengunjung untuk meminimalisir kejadian yang terkait dengan kriminal serta imbauan ke empat penekanannya kepada pengelola perairan terbuka wajib memiliki petugas penyelamat wisata air minimal dua orang setiap objek wisata. "Jika belum mampu menyiapkan SDM-nya silahkan berkoordinasi dengan Balawista (Badan penyelamat wisata tirta)," kata Eneng Nurcahyati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.