Ramadan di Singapura, Buka Puasa ke Kampong Glam & Geylang Serai

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampong Glam. Situs Visit Singapore

    Kampong Glam. Situs Visit Singapore

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika melakukan travelling ke Singapura di bulan Ramadan, ada dua lokasi yang direkomendasikan sebagai tempat buka puasa. Direktur Area Singapore Tourism Board, Raymond Lim menyarankan mampir ke Kampong Glam dan Pasar Geylang Serai.

    Baca: Changi Airport Beri Bonus ke Wisatawan yang Sering Mampir

    "Ini adalah pasar dan bazaar Ramadan terbesar," kata Raymond Lim di acara Singapore Tourism Board di Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019. Kampong Glam dan Pasar Geylang Serai, menurut dia, juga dikenal sebagai kawasan wisata kuliner halal.

    Raymond Lim menjelaskan Kampong Glam awalnya adalah sebuah kota pelabuhan yang ramai serta kawasan hunian tertua di Singapura. Kampong dalam bahasa Melayu berarti kawasan atau kampung.

    Direktur Area Singapore Tourism Board, Raymond Lim. TEMPO | Bram Setiawan

    Adapun kata glam berasal dari pohon gelam yang memiliki daun panjang. Gelam banyak digunakan untuk membuat sampan, obat, juga bumbu makanan. Saat ini Kampong Glam merupakan kawasan yang semarak dengan pasar malam serta kerlap-kerlip lampu.

    Raymond Lim mengatakan pelancong yang datang ke Pasar Geylang Serai tidak hanya menikmati ragam kuliner khas Melayu, melainkan juga makanan modern yang halal. Pasar Geylang Serai menawarkan suasana penataan cahaya ragam penerangan lampu.

    Baca juga: Gaet Wisatawan, Singapura dan Traveloka Jalani 3 Kerjasama Ini

    Mengenai kunjungan wisatawan Indonesia ke Singapura, Raymond Lim mengatakan sejak Maret lalu tiket pesawat ke Singapura sudah diborong sampai Juni 2019. "Pelancong muslim berkunjung ke Singapura secara konstan. Jadi tidak hanya saat Ramadan saja," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.