Tak Mudik Lebaran, Pilih Liburan Staycation yang Simpel

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keluarga besar. shutterstock.com

    Ilustrasi keluarga besar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada banyak hal yang membuat seseorang mengurungkan niat mudik Lebaran. Misalnya tak mendapat tiket kereta api, tak sanggup menebus tingginya harga tiket pesawat, pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan, dan sebagainya.

    Baca: Mudik Sekeluarga Lebih Asyik Naik Kereta, Bus, atau Mobil, Sebab

    Berbagai sebab tadi jangan sampai mengurangi kegembiraan libur Lebaran. Jika ingin tetap merasakan liburan tanpa pusing mengejar tiket dan jauh dari rumah, Anda bisa memilih model liburan staycation.

    Direktur Hubungan Masyarakat Traveloka, Sufintri Rahayu mengatakan staycation menjadi pilihan liburan asyik untuk keluarga yang tidak mudik. "Tinggal sewa hotel yang dekat dan nikmati fasilitas di sana selama beberapa hari," kata Sufintri di Jakarta, Selasa 14 Mei 2019.

    Menurut dia pengalaman adalah bagian dari aktivitas melancong atau travelling. "Orang keluar rumah saja sudah travelling," ujarnya. Sebab itu, staycation tetap menarik meski dilakukan di dalam kota. "Staycation saat Lebaran membuat kita bisa menikmati kota yang sepi."

    Selain menginap di hotel, Sufintri menjelaskan staycation juga biasanya digunakan untuk wisata kuliner di sekitar hotel. "Staycation bersama keluarga inti juga dapat mengikat tali silaturahmi dengan tidak mengeluarkan biaya besar," ujarnya.

    Baca juga: Anda Tidak Mudik, Simak Kegiatan Menarik Selama Libur Lebaran

    Di hotel, Anda bisa bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat, atau teman yang tidak mudik agar bisa bekumpul bersama. "Tak perlu repot menata dan membereskan rumah, tapi tetap mendapatkan esensi Lebaran," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.