Salat di Masjid Ini, Hilang Sandal Sampai Sepeda Motor Diganti

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi di masjid (pixabay.com)

    ilustrasi di masjid (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Peristiwa sandal hilang kerap terjadi di masjid. Bisa jadi sandal itu tertukar dengan orang lain atau memang ada yang sengaja memakainya. Tapi jika salat di masjid ini, jemaah tak perlu khawatir karena bukan hanya sandal, kalaupun yang hilang adalah sepeda motor maka pengurus masjid bersedia menggantinya.

    Baca: Wisata Religi ke 5 Masjid di Jakarta Saat Puasa Ramadan

    Masjid itu adalah Masjid Jogokariyan di Kampung Jogokariyan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. Pengurus masjid bersepakat, apapun barang yang hilang saat jemaah tengah mengikuti kegiatan di masjid akan diganti dengan barang atau uang yang nilainya setara barang yang hilang itu. Entah berupa sandal, sepeda, bahkan sepeda motor, semua akan diganti.

    "Sebenarnya kebijakan mengganti barang jemaah yang hilang itu sudah berlangsung sejak 1999," ujar Takmir Masjid Jogokariyan Ahmeda Aulia Nurseta kepada Tempo, Minggu 12 Mei 2019. Dia menceritakan, saat itu di tahun 1999, ketika takmir masjid masih dipegang sesepuh Jogokariyan, Jazir, ada jemaah mengaku kehilangan sandal saat beribadah.

    Jazir yang kini menjadi Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan berinisiatif mengganti sandal tersebut dengan uang pribadinya. Jazir tidak mengambil uang dari kas masjid untuk mengganti sandal jemaah yang hilang karena saat itu dana masjid belum banyak dan justru akan mengurangi uang kas.

    Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Dok.TEMPO/Suryo Wibowo

    Hanya saja, peristiwa kehilangan sandal itu terjadi berulang kali. Jika ada barang yang hilang, maka takmir bertanggung jawab mengganti dengan memakai uang pribadi. Memasuki tahun 2000-an, Masjid Jogokariyan kian berkembang dan bertambah jemaahnya. Infaq yang masuk juga semakin bertambah pula untuk dikelola.

    Baca juga: Mengenal Masjid Itaweon, Satu-satunya Masjid di Seoul

    Kebijakan mengganti barang yang hilang kemudian diubah dengan tidak lagi menggunakan dana pribadi takmir, melainkan dialihkan ke pos tersendiri dari kas masjid. Kebijakan ini mulai diterima jemaah.

    Ahmeda Aulia menjelaskan mengganti barang jemaah yang hilang saat beribadah demi memberikan rasa tenang sekaligus bentuk tanggung jawab dalam pelayanan. Uniknya, setelah pengurus Masjid Jogokariyan menerapka kebiajakan itu, maka laporan barang jemaah yang hilang kian berkurang.

    Entah karena kesadaran atau hal lainnya, menurut dia, jemaah Masjid Jogokariyan semakin merasa aman dan tenang menjalankan ibadahnya. Meski begitu, masih ada satu dua kasus kehilangan yang sempat terjadi, dan pengurus masjid bersedia mengganti.

    Masjid Jogokariyan Yogyakarta menyediakan ribuan porsi menu buka gratis setiap hari selama Ramadan. TEMPO | Pribadi Wicaksono.

    Ahmeda Aulia mencontohkan beberapa tahun lalu ada jemaah yang melaporkan kehilangan sepeda yang diparkir di halaman masjid. Harga sepedanya saat itu sekitar sekitar Rp 1,5 juta. "Tapi saat sudah disiapkan dana pengganti dari kas, pihak yang kehilangan sepeda malah menolak dengan alasan sudah mengikhlaskan sepedanya yang hilang," kata dia.

    Sejauh ini, Ahmeda Aulia melanjutkan, belum ada laporan kasus kehilangan berupa sepeda motor. Namun kalaupun itu terjadi, pengurus Masjid Jogokariyan tetap bersedia menggantinya.

    Demi menjaga keamanan di area masjid, pengurus memasang sejumlah kamera CCTV di halaman, di sejumlah titik jalan, dan di dalam masjid, terutama area parkir kendaraan bermotor. "Para pemuda masjid juga turut berjaga saat ada kegiatan besar," katanya.

    Artikel lainnya:
    4 Masjid Pink, Ketahui Sejarah dan Waktu Terbaik Selfie di Sana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.