Buka Puasa dengan Kerak Telor, tapi Makannya di Makassar

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang membuat kerak telor, makanan khas Betawi di Festival Betawi 2018 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018. Festival ini diadakan dengan tujuan mendukung para Perajin Betawi untuk terus berkarya melestarikan budaya Betawi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pedagang membuat kerak telor, makanan khas Betawi di Festival Betawi 2018 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018. Festival ini diadakan dengan tujuan mendukung para Perajin Betawi untuk terus berkarya melestarikan budaya Betawi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Makassar - Kerak telor adalah kuliner khas Betawi. Makanan ini tak hanya bisa didapatkan di Jakarta, melainkan juga bisa ditemukan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tepatnya di Jalan Mappanyukki.

    Baca: Jokowi Beli Kerak Telor di Pinggir Jalan Kemayoran

    Selama bulan Ramadan, masyarakat di Kota Makassar yang berburu takjil bisa dengan mudah mendapatkan kerak telor tersebut. Agus yang sudah 7 tahun berjualan kerak telor di Jalan Mappanyukki, mengatakan makanan yang dia buat laris manis selama bulan Ramadan.

    "Setiap hari di bulan Ramadan saya berjualan di sini dan selalu habis," kata pria 37 tahun itu kepada Tempo, Jumat 10 Mei 2019. Agus berjualan sejak pukul 14.00 sampai waktu buka puasa tiba. Dalam tempo 4 jam biasanya dia menjual sekitar 60 buah kerak telor dengan harga satuan Rp 20 ribu.

    Pedagang kerak telor di Jalan Mappanyukki, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. TEMPO | Didit Hariyadi

    Agus menjelaskan kerak telor adalah makanan khas Betawi yang terbuat dari telor bebek, kelapa sangrai, beras ketan, bawang goreng, cabai merah, kencur, merica, garam, dan jahe. Untuk menambah daya tarik, Agus berjualan dengan mengenakan busana khas Betawi plus peci berwarna merah.

    Seorang pembeli kerak telor, Andi Maya Dwi Astuti mengatakan tertarik membeli kerak telor untuk buka puasa karena makanan itu terbilang paling unik dari yang lain. "Rasanya enak, agak pedas dan gurih kelapa sangrai," kata perempuan 23 tahun ini seusai berbuka puasa.

    Artikel lainnya:
    Di Tempat-tempat Berikut Ini Masih Tersedia Kuliner Khas Betawi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.