Melancong Saat Puasa, Simak 3 Tips Ini Agar Lebih Nyaman

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik/jalan-jalan bersama keluarga. Shutterstock.com

    Ilustrasi mudik/jalan-jalan bersama keluarga. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat berpuasa, mengisi waktu luang dengan bepergian termasuk aktivitas yang menyenangkan. Berikut beberapa kiat Anda bisa nyaman menikmati perjalanan sambil melakukan ibadah puasa.

    Baca: Merasa Mudah Marah saat Berpuasa? Mungkin Ini Penyebabnya

    1. Waktu bepergian
    Hal yang sederhana adalah menentukan waktu saat akan bepergian. Misalnya memilih jadwal penerbangan yang berangkat setelah berbuka puasa. Atau waktu mendarat sebelum sahur. Hal tersebut bisa menjadi pertimbangan agar lebih leluasa saat menikmati sahur atau buka puasa, alias tidak dalam waktu penerbangan.

    2. Cermat menentukan tempat iftar
    Saat sore menjelang berbuka puasa, biasanya jalan akan ramai. Terutama area yang menjadi wisata kuliner saat Ramadan. Bila sudah merencanakan untuk berbuka puasa di luar, sebaiknya datang tidak mepet waktu. Anda bisa kesulitan mencari transportasi umum. Ingat, para pengemudi transportasi umum seperti ojek online pasti juga akan sejenak istirahat saat waktu berbuka puasa.

    Baca: Jadwal Minum Obat Ketat, Ini Panduan Puasa bagi Pasien TBC 

    3. Istirahat yang cukup
    Saat melancong atau travelling sebaiknya Anda juga menyisihkan waktu untuk istirahat. Anda bisa memilih penerbangan yang sesuai dengan kebutuhan istirahat Anda. Cara lain adalah dengan menikmati waktu istirahat dalam penerbangan. Dengan memiliki waktu tidur yang cukup, maka kondisi tubuh Anda akan lebih segar saat tiba di tujuan. Anda pun bisa bersemangat mengisi waktu liburan dengan berbagai aktivitas menarik.

    BRAM SETIAWAN | TRAVELOKA | TIKET.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.