10 Koleksi Menarik di Museum History Of Java Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Museum History of Java di Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Museum History of Java di Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Museum History of Java di Yogyakarta memiliki lebih dari 200 benda bersejarah dari berbagai masa. Koleksi benda purba menjadi daya pikat utama museum yang terletak di Jalan Parangtritis kilometer 5,5 Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta, itu.

    Baca: Rute ke Museum History of Java dari Jalan Malioboro Yogyakarta

    "Koleksi museum terawat dengan baik sehingga sifat orisinilnya tidak rusak," ujar Kepala Museum History of Java Ki Sutikno di Yogyakarta, Kamis 25 April 2019. Sejumlah koleksi museum yang menarik, antara lain berbagai koleksi artefak, perhiasan, perabot, dan cinderamata masa lampau.

    # Hiasan kayu berukir sosok Semar
    Hiasan kayu ukiran sosok Semar dihiasi sulur tanaman yang diperkirakan berasal dari abad 19 di Museum History of Java Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono
    Ada hiasan kayu dengan ukuran sosok Semar dan sulur tanaman. Hiasan kayu ini diperkirakan berasal dari abad 19. Semar digambarkan sebagai hakikat bagi penganut kapitayan atau kepercayaan.

    # Tempat mencuci keris
    Tempat jamasan atau mencuci keris yang berasal dari abad 18 koleksi Museum History of Java Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono
    Di Museum History of Java terdapat jamasan atau tempat mencuci keris yang berasal dari abad 18. Tempat jamasan ini berfungsi menghilangkan noda atau karat dari sebilah keris dengan kelengkapan seperti sabut kelapa, batu bata, jeruk nipis, dan bahan lainnya. Teknik merawat keris seperti ini dilakukan sejak zaman Majapahit.

    # Kentongan
    Kentongan kayu berbentuk sosok laki-laki berkopiah yang diperkirakan dibuat di zaman Kerajaan Mataram Islam abad 17 koleksi Museum History of Java Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono
    Yang tak kalah unik, ada kentongan kayu berbentuk sosok laki-laki berkopiah yang diperkirakan dibuat pada masa Kerajaan Mataram Islam di abad 17. Kentongan yang masih terawat itu dipakai sebagai penanda waktu salat di mushola.

    Selanjutnya: Kancip, Kepala Garuda, Pataka, dan Lentera


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.