Main ke Amsterdam, Intip Tips Travel Penting Ala Ernest Prakasa

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komika sekaligus Sutradara dan pemeran dalam film Cek Toko Sebelah Ernest Prakasa saat ditemui usai peluncuran Cek Toko Sebelah The Series di kawsan Kuningan, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018. Serial ini dibintangi oleh Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Dodit Mulyanto, Arafah Rianti, Dion Wiyoko, Gisella Anastasia serta Adinia Wirasti.TEMPO/Nurdiansah

    Komika sekaligus Sutradara dan pemeran dalam film Cek Toko Sebelah Ernest Prakasa saat ditemui usai peluncuran Cek Toko Sebelah The Series di kawsan Kuningan, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018. Serial ini dibintangi oleh Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Dodit Mulyanto, Arafah Rianti, Dion Wiyoko, Gisella Anastasia serta Adinia Wirasti.TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komika dan aktor Ernest Prakasa sedang menikmati pelesiran di Amsterdam. Dari akun Instagram pribadinya @ernest prakasa, ia membagi kiat selama berada di Amsterdam. Bisa dilihat foto Ernest dalam Instagram saat berada di Amsterdam.

    Baca: Ernest Prakasa Berusaha Romantis, Tapi Netizen Lebih Suka Meira

    Bila ingin menikmati perjalanan menggunakan berbagai transportasi umum, Ernest menganjurkan untuk memakai kartu OV. "Daripada beli tiket terus, mendingan pakai OV tinggal tap langsung jalan," kata Ernest seperti tertulis dalam akun Instagram dirinya, Kamis, 2 Mei 2019.

    Kemudian saat menginap, Ernest menyebut wilayah Centrum di Amsterdam sebagai tempat yang menyenangkan. Menurut Ernest, Centrum adalah wilayah yang bila bepergian serba mudah. "Ke mana-mana bisa jalan kaki atau naik trem. Trem ini menyenangkan karena dia jalurnya di jalan raya," ujarnya. Ernest pun membandingkan keunggulan trem dengan subway.

    Subway, kata Ernest, kurang nyaman untuk menikmati pemandangan karena rute yang dilalui dominan terowongan. "Plus sinyal megap-megap," katanya.

    Untuk tempat menginap di Centrum, Ernest menganjurkan untuk memilih lokasi yang dekat dengan stasiun Amsterdam Central. Stasiun utama itu bisa menjadi akses untuk naik trem, kapal feri, termasuk kereta untuk ke negara-negara tetangga.

    Bila ingin membeli oleh-oleh, Ernest menganjurkan mencari di Primark. Primark adalah toko pakaian semacam H&M dengan pilihan produk. "Seabreg tapi murahnya bisa sepertiga dari toko oleh-oleh tadi," ujarnya.

    Menurut Ernest toko oleh-oleh sangat banyak di Amsterdam. Tetapi barang-barang yang ditawarkan, "Suvenir made in Cina ala-ala Mangga Dua," katanya. Meski Ernest mengakui juga terkadang toko oleh-oleh menjadi tempat paling praktis berbelanja. Namun bila pelancong memiliki cukup banyak waktu, maka Ernest menganjurkan mencari oleh-oleh di Primark dan Gift Shop.

    Ernest menganggap Gift Shop sebagai salah satu tempat paling menyenangkan di Amsterdam. "Berbagai gift shop yang jual berbagai pernak-pernik lucu mulai dari postcard, mug, tote bag," ujarnya. Ernest menyukai Nieuws & It’s A Present.

    Bila ingin menyantap makanan, Ernest merekomendasi Wok to Walk, menurut dia itu pilihan yang cukup tepat. "Konsepnya tuh Chinese food di mana lo bisa pilih mau base apa (nasi, mi, kwetiau)," ujarnya. Kemudian pilih mau isiannya, di antaranya daging dan sayur.

    "Langsung dioseng, kelar," katanya. Kalau ingin irit, kata Ernest, cukup memesan dasar makanan dengan satu pilihan isian saja, maka harganya tidak sampai 7 Euro. "Bisa makan enak dengan rasa yang cocok sama lidah kita."

    Menurut Ernest, hal itu adalah pilihan yang baik. Ia menjelaskan bahwa selain junk food, tidak banyak pilihan makanan yang harganya di bawah 10 Euro. "Salah satu opsi favorit gue adalah Wok To Walk atau sejenisnya."

    Baca: Ernest Prakasa Galang Crowdfunding Beli Cermin buat Hanum Rais

    Kemudian, ketika pelancong ingin menikmati waktu luang, Ernest menganjurkan untuk berkunjung ke museum. "Museum di Amsterdam kece-kece, terutama MOCO!" katanya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.