Aceh Hadirkan Pesona Wisata Ramadan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh akan menyapa masyarakat dan wisatawan di awal Bulan Ramadhan 1440 H, melalui event wisata religinya “Festival Ramadhan 2019”.

    Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh akan menyapa masyarakat dan wisatawan di awal Bulan Ramadhan 1440 H, melalui event wisata religinya “Festival Ramadhan 2019”.

    INFO TRAVEL-- Sebagai sebuah daerah yang kental dengan nuansa Syariat Islamnya, Aceh terus berbenah dan mempercantik diri.
     
    Untuk menyambut wisatawan menikmati pesona wisata halal di Aceh, khususnya pesona Bulan Ramadan, Pemerintah Aceh menghadirkan tagline wisatanya “Wonderful Ramadhan in Aceh”.
     
    Melalui event wisata religi Festival Ramadhan 2019, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh akan menyapa masyarakat dan wisatawan di awal Ramadhan 1440 Hijriyah dengan suguhan beragam kegiatan menarik dan Islami.
     
    Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin, menyebutkan Ramadhan adalah bulan pengampunan, perlu disambut dengan perasaan suka cita.
     
    "Alhamdulilah. Aura Ramadhan 1440 H telah terasa. In sha Allah. Kita akan sambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan perasaan penuh suka dan cita dengan mengisi ragam aktifitas islami sebagai ibadah. Festival Ramadhan 2019 sebagai salah satu event wisata islami yang terangkum dalam Calendar of Event (COE) 2019 akan menyemarakkan Bulan Ramadhan dengan ragam kegiatan yang bersifat syiar dan syair, " ujar Jamal, Senin, 22 April 2019.
     
    Jamal menambahkan, Festival Ramadhan 2019 akan menjadi sebuah event menarik dan membawa pengalaman baru bagi wisatawan Muslim selama berada di Aceh.
     
    “Festival Ramadhan 2019, tidak hanya untuk memperkenalkan Aceh sebagai destinasi wisata halal dengan sebutan "Serambi Mekkah" yang sarat dengan budayanya yang islami. Wisatawan dapat menikmati pesona dan keunikan wisata Ramadhan di Aceh dan memperkuat positioning Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal unggulan nasional dan internasional. Tapi juga, mengajak wisatawan Muslim nusantara dan mancanegara untuk melaksanakan ibadah puasa di Aceh dengan penuh khidmat dan berkah sebagai sebuah sensasi dan pengalaman baru,“ kata Jamal.
     
    Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, mengharapkan dukungan masyarakat Aceh khususnya dan wisatawan Muslim umumnya untuk memeriahkan Festival Ramadhan 2019 yang akan menjadi event tetap tahunan Aceh.
     
    Festival Ramadhan 2019, kata Rahmadhani, akan digelar selama dua minggu dari  7 sampai 21 Mei 2019, mulai pukul 16.30 - 20.00 Wib. Kemudian, dilanjutkan kembali pada pukul 21.30 hingga selesai yang berpusat di area Taman Budaya, Banda Aceh.
     
    Ragam kegiatan menarik bersifat Islami, seperti Opening Ceremony, Bazar dan Kuliner, Jajanan Berbuka Puasa, Pentas dan Lomba Seni Budya Islami, Pameran Budaya Islami, Pemutaran Film Islami, Buka Puasa, Tausyiah dan kegiatan pendukung menarik lainnya, seperti lomba seni Islami, adzan, mewarnai, nasyid, dalail, dll akan disajikan di tiga panggung di area Taman Budaya. 
     
    “Selama acara berlangsung, penyelenggara juga akan membagikan takjil gratis kepada masyarakat, shalat tarawih berjamaah, buka puasa bersama, santunan anak yatim dan lelang baju artis nasional. Hasil lelangnya akan disumbangkan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa," ucap Rahmadhani.
     
    Rahmadhani menambahkan, Festival Ramadhan 2019 akan menampilkan nuansa unik dan menarik dengan aneka dekorasi budaya Aceh yang islami dalam rangka memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung Festival Ramadhan 2019. “Semoga wisatawan Muslim, khususnya wisatawan Malaysia akan menjadikan Festival Ramadhan 2019 sebagai salah satu paket wisata favorit keluarga mereka di Aceh, “ tuturnya. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.